English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Cari Postingan

Juara 3 Pemenang Vlog PNS Ispiratif 2018, Kementrian Perberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi



Siang ini kabar membahagiakan datang padaku, melalui akun Pesona Korpri, yang memberitahukan bahwa saya berhasil masuk sebagai pemenang peringkat 3 besar menyisihkan 4000 peserta Vlogger hingga masuk menjadi 20 besar, adalah Anugrah yang tak terkira dari Allah buatku. 

Terima kasih buat yang sudah meluangkan waktu untuk memberikan suaranya pada Voting Vlog tahun ini. Semoga Tahun depan bisa mengangkat satu orang PNS Inspiratif lagi. Semoga Kisah Pak Darta dapat menginspirasi PNS-PNS lainnya untuk mengabdi sepenuh hati pada negara.

@pesonakorpri

Diklat Mendongeng "Story For Milenial Generation"

Diklat Mendongeng "Story For Milenial Generation" oleh Himpaudi dan DA Foundation dilaksanakan pada hari Ahad, 4 November 2018, bertempat di ruang Aula Rumah Jabatan Walikota Samarinda, yang diikuti oleh 150 peserta dari Paud sekota Samarinda.

Bercerita, khususnya bagi Tenaga Pengajar/Guru PAUD,TK dan SD merupakan salah satu media untuk mendukung pembelajaran di kelas. yang membutuhkan skill atau keahlian khusus untuk dapat menyampaikan dengan baik kepada para murid atau audience nya. 

Ketua Himpuadi Kota Samarinda, Ibu Eryka Oktaviani, M.Pd menyampaikan kepada para peserta saat mengisi sambutan,tujuan dilaksanakannya kegiatan pelatihan untuk Guru ini adalah agar para Guru PAUD, TK, dan SD dapat memberikan ilmu  atau pendekatan kepada anak didiknya lewat bercerita. Hal ini sesuai dengan cita-cita Kemendiknas tentang pencanangan pendidikan karakter melalui bercerita.

Kunjungan Studi Pembelajaran Peserta Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan

Kunjungan Studi Pembelajaran Peserta Diklat Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan Pola 110 Jamlat, Jum'at, 02 november 2018, sebanyak : 20 Peserta yang berasal dari perpustakaan sekolah Kaltim dan kaltara, dengan 7 orang pendamping yang berasal dari Badan Perputakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur. Terima Kasih Atas Kunjungan dan Kepercayaannya kepada Perpustakaan SD Islam Bunga Bangsa, semoga kegiatan ini menjadi penyemangat untuk menjadi lebih baik lagi.

Rombongan didampingi oleh ibu Dra. Hj. E. Mustika wati. MM, Kabid Pembinaan dan Pengembangan Tenaga Perpustakaan dan Kasi dan ibu Patimah irny, S.Pd., M. Si, Kasi Pembinaan dan Pengembangan Tenaga Perpustakaan,  beserta rombongan Masitah, S. Sos, Marthen Rumana, S.Sos, MArthen Rumana, S.Sos, Drs. Agustinus TR. M. SI dan Andi Anwar. S. I.KOM. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini bermanfaat untuk para pustakawan sekolah yang hadir.

Diklat Instruktur Literasi Oleh Kantor Bahasa Kaltim


Selama 4 Hari Pustakawan SD Islam Bunga Bangsa, mengikuti Diklat Instruktur Literasi oleh Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, bertempat di Hotel Grand Kartika, Jl. A.Khalid, yang diikuti sebanyak 35 peserta yang berasal dari sekolah, komunitas literasi dan Taman Baca

Pada Hari Pertama, 29 Oktober 2018. Pemateri adalah Bapak M.Taufiq, S.Sos, M.M dan Bapak Aminuddin, M.M., Kepala Bidang Pelayanan dan Otomasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kaltim, dengan judul materi tentang peran perpustakaan dalam pengembangan kegiatan literasi di hari pertama kegiatan Pelatihan Instruktur Literasi di Samarinda oleh Kantor Bahasa Kalimantan Timur, dilanjutkan pemateri lain, yaitu Bapak Amien Wangsitalaja, yang menyampaikan materi tentang kepenulisan, "menampar" para peserta pelatihan untuk bisa menulis secara original serta substansial. "Apa pun yang kita tulis, ada pertanggungjawaban kita terhadapnya," 

Takokak dan Tusuk Gigi - Building 3D Shapes

Mendekati materi geometri dengan menggunakan benda-benda di sekitar anak-anak, adalah salah satu cara untuk merekatkan memori pembelajaran lebih lama dibandingkan dengan penjelasan semata.

Mempraktikkan sendiri, menemukan sendiri, dan merancang sendiri bagian-bagian sebuah bangun ruang, menentukan jumlah sudut dan rusuknya. Hari ini aku dan anak-anak di kelasku, membuat bangun kubus dengan menggunakan takokak dan tusuk gigi.
Model sederhana kubus buatan sendiri ini, kemudian mereka analisa. Berapa takokak yang diperlukan, untuk mewakili sudut, dan berapa tusuk gigi yang dipasang, untuk mewakili rusuk. Beberapa anak mampu menyelesaikan model kubus dan menentukan jumlah sisi, sudut serta rusuk dengan segera, tanpa waktu lama. Beberapa lainnya masih menerka dan mereka-reka.
Pekan ini, kami mulai belajar tentang bangun ruang. Akan kutemukan cara-cara sederhana selama belajar bersama anak-anakku untuk menemukan solusi terbaik dari gaya belajar mereka yang sangat aktif. Memberi mereka tantangan salah satunya. Sibuk dengan bagaimana menemukan jawaban dari masalah yang diberikan pada mereka, dan hari ini kumulai dengan takokak+tusuk gigi.
Target hanyalah target, tetapi dalam proseslah kenikmatan dan keindahan diperoleh - DGL.
#Learning for Life
Ms. Dyan Widya Agustina
Ustadz Agus Salim El-Syarawy
Wali kelas 2 Abu Bakar Ash Siddiq
SD Islam Bunga Bangsa Samarinda

Kunjungan Prof. Adrian Rodgers, Ph.D dari Ohio State University


Hari ini menerima Kunjungan Prof. Adrian Rodgers, Ph.D dari Ohio State University yang didampingi oleh Ibu Dr. Noor Rachmawaty, M.Ed Dosen Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Mulawarman. Prof. Adrian sedang melakukan penelitian pada kelas Ibu Dyan Agustina Ali, terkait implementasi Kurikulum 2013 pada pembelajaran tematik dan kaitannya dengan Dunia Literasi.

Setelah meliha-lihat kondisi buku di ruang perpustakaan dan melihat program literasi yang sudah di jalankan perpustakaan Bunga Bangsa, beliau sangat kagum komentar dari beliau "Excellent dan i love Bunga Bangsa". Program meringkas buku untuk kelas 3 sampai dengan kelas 6 dan ulat buku  untuk kelas 1 sampai dengan kelas dua, adalah salah satu program yang sangat beliau apresiasi.  

Pada kesempatan ini, perpustakaan menyerahkan buku karya siswa(i) angkatan ke 8, Sekolahku Awal Imajinasiku,  kepada Prof. Adrian Rodgers, Ph.D  dan ibu Dr. Noor Rachmawaty, M.Ed. Juga buku antologi ibu Dyan Agustina, berjudul Kisah Marvelous Pembelajaran.

JUARA MATHEMATICS OLIMPIAD (TIMO) DI BANGKOK. THAILAND INTERNASIONAL

By : Yeny Duwi Seviawati, ST

Alhamdulillah... 2 siswa terbaik SD ISLAM BUNGA BANGSA sudah mengharumkan nama Negara INDONESIA, provinsi Kalimantan Timur dan Kota SAMARINDA. Selamat untuk ananda Muhammad Fauzan Ardani mendapatkan medali silver dan ananda Callysta Catherine Agus mendapatkan medali bronze di ajang internasional yaitu THAILAND INTERNASIONAL MATHEMATICS OLIMPIAD (TIMO) DI BANGKOK. 

Terimakasih kepada guru pembimbing olimpiade matematika ibu Alfiani Suarno yang sudah bekerja keras membimbing siswa, terimakasih juga saya haturkan kepada orang tua Ananda Fauzan dan callista yang sudah mendukung kegiatan olimpiade dan prestasi siswa. Terimakasih seluruh guru dan karyawan yayasan Bunga Bangsa yang sudah mendukung dan memberikan do'a untuk anak-anak kami sehingga berhasil membawa nama baik sekolah dan Negara Indonesia di dunia Internasional

Mengamati ciri-ciri hewan pada pembelajaran tematik kelas 2 semester 2 Tema 6 Merawat Hewan dan Tumbuhan di kelas 2 Umar bin Khattab Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa Samarinda.

Belajar di Luar Kelas : Mengunjungi Kandang Sapi

Hari ini kuajak siswaku mengunjungi kandang sapi dan melihat sendiri bagaimana hewan berkaki empat itu hidup di kandangnya. Letak kandang sapi yang tidak jauh dari lingkungan sekolah adalah salah satu aset pembelajaran sendiri untuk siswaku disekolah ini. Didampingi dua petugas pemelihara dan perawat sapi, siswaku mempraktikkan wawancara sederhana menggunakan kata tanya apa, kapan, dimana, mengapa, siapa, bagaimana sampai berapa harga. Temanya tentang sapi. Cara merawat sapi dan bagaimana hewan itu tumbuh.
Lembar mewarnai sapi kujadikan panduan bagi mereka membuat mind mapping sederhana tentang apa yang bisa mereka gali dari sebuah topik. Meletakkan pembiasaan berpikir logis analitis dengan menggunakan kata tanya yang tepat adalah bagian dari kompetensi dasar bahasa Indonesia di kelas 2.

Menang Lomba Sayembara Penulisan Bahan Bacaan GLN 2017

Mengenal Pahlawan diera gadget merupakan sebuah tantangan yang besar, mungkin tak menarik kalau hanya disampaikan secara verbal. Butuh tips dan trik agar anak-anak berminat untuk lebih mengenal Pahlawan nasional melalui suatu permainan. Dan permainan monopoli Pahlawan Nasional ini bisa dijadikan alternative.

Ide itu tercetus saat ingin mengikuti sayembara penulisan Bahan Bacaan Gerakan Literasi Nasional 2017, untuk membantu kegiatan belajar mengajar pada pelajaran Sejarah, dimana anak-anak dimasa sekarang, sangat banyak yang tidak mengenal Pahlawan Nasionalnya, lalu tertuanglah ide membuat buku dengan dilengkapi sebuah permainan yang saya sebut MONAS atau “Monopoli Pahlawan Nasional” dan KWARNAS “Kwartet Pahlawan Nasional”, yang pola bermain dan alat bantu yang digunakan, hampir sama dengan monopoli dan kwartet konvensional pada umumnya.

Belajar sambil bermain adalah alternative lain mengajari siswa lebih mengenal pahlawan Indonesia. Guna buku sebagai bahan bacaan, agar siswa mengetahui jawaban dari tiap pertanyaan yang diberikan saat mendapat Sanksi permainan.


Pearls of Asia - Kuliah Singkat Budaya Filipina Bersama Miss Weri Manapol

 Photo taken by Dyan Agustina Ali.
Venue. Perpustakaan Bunga Bangsa Samarinda.

Bertempat di perpustakaan Sekolah Islam Bunga Bangsa, Miss Weri Manapol yang telah kurang lebih 3 pekan bertugas sebagai guru tamu di Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa, hari ini berkesempatan menyampaikan materi tentang sistem pendidikan di Filipina, negara asalnya. Mengenakan pakaian modifikasi tradisional khas Filipina berwarna merah, Miss Weri, menyampaikan tentang hal-hal yang membuat Filipina disebut sebagai Pearls of Asia.

Penjelasannya dimulainya dengan sejarah nama Filipina dan bagaimana penjajah Spanyol, Amerika dan Jepang meninggalkan jejak budaya yang besar di Filipina sebagai satu-satunya daerah yang penduduknya mayoritas beragama Roman Katolik di Asia Tenggara. Berbagai fakta perihal Filipina dan budayanya yang sedikit banyak mirip sekali dengan budaya Indonesia menjadi satu alasan kami sebagai peserta di ruangan itu semakin yakin bahkan Indonesia merupakan bagian masyarakat global. Miss Weri menyebutkan asalnya dari Pulau Mindanao di Davao di selatan Filipina yang dikelilingi daerah laut dan pantai.


Membuat Karya Seni 3 Dimensi Berbahan Sabun pada Pembelajaran Tematik Tema 6 Kelas 2 Semester 2 di Kelas 2 Umar bin Khattab Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa Samarinda.

Ms Dyan Widya Agustina
Wali Kelas 2 Umar bin Khattab
SD Islam Bunga Bangsa Samarinda

Apakah Melatih Kreativitas Anak Berpengaruh Pada Kecerdasan Matematika dan Berbahasa?

Hari Jumat selalunya hari yang panjang di kelasku, karena kegiatan pembelajaran tematik hanya dibedakan pelajaran PJOK dengan kegiatan lapangan atau latihan berenang. Hari Jumat pula adlah hari kesukaan hampir seluruh siswa di kelasku. Aku meletakkan kegiatan membuat prakarya, menguji coba, melakukan kegiatan belajar di luar kelas, pemutaran film dan video, di hari Jumat.

Robertson (1990) pernah melakukan riset apakah kemampuan berprakarya dan mengolah segala sesuatu dengan cara kreatif akan menjadi pemicu kecerdasan matematika dan berbahasa, dan yang luar biasa, adalah bahwa anak-anak yang dilatih kreatif mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk mampu menyelesaikan masalah masa depannya dengan lebih baik. Menyeimbangkan kegiatan otak kiri dan kanan yang merupakan titik kegiatan berkreasi, akan menopang stimulus belajar di semua belahan otak untuk mengaktivasi kecerdasan matematika dan berbahasa.

Berlatih Mengukur Menggunakan Timbangan Pasar dan Timbangan Bahan Kue, Melatih Teliti dan Jujur Pada Siswa Kelas 2 Umar bin Khattab SD Islam Bunga Bangsa Samarinda.

Ms Dyan Widya Agustina
Wali Kelas 2 Umar bin Khattab

Timbangan pasar atau timbangan bebek, adalah salah satu timbangan baku yang digunakan di pasar tradisional. Pekan ini kami benar-benar praktik mengukur berat dengan menggunakan timbangan ini. Mulai dari ukuran terkecil pada batu timbangan 50 gram sampai ukuran 2kg. Untukku sendiri, menggunakan timbangan pasar ini adalah hal yang baru. Apalagi untuk anak-anak di kelasku. Seperti bisa diduga, rasa ingin tahu mereka pada bagaiman penggunaan timbangan jenis ini pun mendominasi proses belajar mengajar.

Demikian pula dengan penggunaan timbangan bahan kue yang lebih rinci dan detil. Permainan mengukur yang dilakukan per kelompok berjalan sangat seru, karena masing-masing ingin mencoba dan menggunakan timbangan. Kehati-hatian pada penggunaan timbangan menjadi aturan utama pada praktik kami pekan ini. Ketelitian adalah karakter utama yang menjadi nafas kegiatan. Aku jelaskan pula bahwa mencurangi timbangan adalah sebuah kesalahan besar.

Penggunaan timbangan adalah keahlian hidup.

#Learning for Life

Pengukuran Menggunakan Alat Ukur Baku pada Pembelajaran Tematik Kelas 2 Semester 2 Tema 6 Air, Matahari dan Bumi di Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa Samarinda.

Learning for Life

Ms Dyan Widya Agustina #OzAlum Australia Awards Dubes Australia
Wali Kelas 2 Utsman bin Affan
SD Islam Bunga Bangsa Samarinda

Siswa-siswi kelas 2 sudah memasuki tema 6, Air, Matahari dan Bumi, pada tema ini siswa-siswi belajar mengenai pengukuran menggunakan alat ukur baku dan tidak baku. Memanfaatkan fasilitas sekolah berupa Unit Kesehatan Sekolah, UKS, dibantu perawat yang bertugas, anak-anak diperkenankan mencoba mengukur tinggi teman-teman satu kelompoknya secara bergantian.

Ibu Iin Sulastri, perawat yang bertugas terlebih dahulu menjelaskan bagaimana prosedur penggunaan meteran ukur untuk mengukur tinggi badan. Siswa-siswi diminta memperhatikan dengan seksama. Kaki dirapatkan ke dinding, badan tegak lurus, pandangan ke depan. Meteran ditarik tepat diatas kepala. Angka pada meteran ditandai dengan garis merah. Siswa-siswi kelas 2 Utsman bin Affan dengan antusias mengamati penjelasan kemudian dengan berbagai ekspresi mencoba alat tersebut. Dalam satu kelompok terdiri dari 3-4 orang anak. Ada yang bertindak selaku pengukur dan pencatat. Pada akhir kegiatan, siswa-siswi diminta berdiskusi, mengisi tabel, mengurutkan angka terbesar sampai terkecil kemudian mengurutkan siswa berdasarkan tinggi badan mereka. Hari ini kegiatan lebih banyak dilakukan di luar kelas.

Mengapa Banyak Sekali Kegiatan Bersifat Keterampilan Fisik dan Kerajinan Tangan Diterapkan Pada Siswa Sekolah Dasar Kelas Awal?

Mengapa Banyak Sekali Kegiatan Bersifat Keterampilan Fisik dan Kerajinan Tangan Diterapkan Pada Siswa Sekolah Dasar Kelas Awal?
Jawabannya sederhana, karena siswa sekolah dasar kelas awal memiliki kecenderungan sangat aktif dan baru belajar mengelola emosinya. Limpahan energi sedemikian besar harus diarahkan pada kegiatan yang menarik dan melibatkan tubuh secara kognitif dan kinestetik. Pengelolaan emosi pada siswa yang sangat aktif diperlukan agar anak-anak terhindar dari aktivitas yang negatif, mengganggu teman dan memiliki kecenderungan membully.
Pengelolaan emosi dan kegiatan yang bersifat kinestetik ini harus dilakukan berdasarkan kebutuhan siswa, artinya, analisa dilakukan dengan cermat dan teliti pada bagaimana kondisi kedewasaan anak dalam berpikir, memilih kegiatan dan bertindak.

Juara 150 Penulis Esai Kreatif Tali Integritas KPK

Dalam rangka melakukan pencegahan korupsi, KPK melalui Pusat Edukasi Anti-Korupsi bersama Forum TBM menggagas dan menyelengarakan Program Taman Literasi Integritas (Tali Integritas), sebuah program untuk menumbuhkembangkan kesadaran akan nilai-nilai integritas dalam kehidupan masyarakat melalui TBM-TBM yang berada di lingkungan masyarakat. dengan syarat mengirimkan mengirimkan esai kreatif yang berisi:

• profil TBM dan aktivitas yang dilakukan;

• kreativitas atau metode atau program yang akan dilakukan dengan memanfaatkan bahan pustaka Tali Integritas yang disediakan KPK: buku, board games, film, dan lagu. Materi bahan pustaka Tali Integritas dapat diunduh melalui laman forum TBM (forumtbm.or.id) dan laman Pusat Edukasi Antikorupsi KPK (aclc.kpk.go.id/taliintegritas/produk).

• sarana dan prasarana (dilengkapi foto) yang akan disediakan oleh TBM untuk display dan pemanfaatan bahan pustaka Tali Integritas. Sarana dan prasarana disiapkan oleh masing-masing TBM.

• program yang akan dilakukan dengan menggunakan/memanfaatkan bahan pustaka Tali Integritas minimal selama 6 bulan ke depan.
Esai kreatif dan materi pendukung dikirim ke: forumtbm@gmail.com
paling lambat tanggal 11 November 2017 dengan subjek email: Tali Integritas-Nama TBM.

• 150 TBM pertama yang mengirimkan esai kreatif akan mendapatkan paket produk TBM Tali Integritas dari KPK: buku anak (19 judul, masing-masing 5 eks), boardgames serta DVD film dan lagu.

Rambo the Rooster - Rambo si Ayam Jago A teaching media, a board game.


Ms Dyan Widya Agustina
Wali Kelas 2 Umar bin Khattab
SD Islam Bunga Bangsa Samarinda

Belajar sambil bermain. Bermain sambil belajar. Rambo the Rooster, adalah permainan board games sederhana untuk pembelajaran tematik yang menggabungkan materi literasi, materi pelajaran tematik di Kurikulum 2013 sesuai hasil pemetaan KD dan materi karakter : berintegritas.

Pekan ini, Rambo the Rooster kupakai pada proses remedial dan pengayaan. Materi ajar disusun berdasarkan pilihan materi yang perlu kutempatkan pada kolom yang tersedia dan kartu soal untuk dibacakan. Merangkum pelajaran bahasa Indonesia, matematika, PPKN dan SBDP, soal-soal berkisar sikap yang bersesuaian dengan Pancasila, pola pikir sehat saat bersikap dan bertindak, dan kemampuan memahami cerita dongeng atau fabel yang disiapkan guru. Landasan teori dari Quran yang kusiapkan pada RPP adalah Al Maidah ayat 2, tentang tolong menolong pada sesama manusia.

Proses uji coba sudah kumulai pekan ini. Anak-anak di kelasku antusias sekali. Meskipun harus antri. Permainan yang kubuat baru kusiapkan 1 seri. Idealnya dengan jumlah siswa 24, aku punya 5 seri dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Aku perlu kembali memetakan materi dan memilahnya agar pas untuk kebutuhan pembelajaran dengan pendekatan tematik.

Mengapa ayam jago? Aku sedang suka dengan tokoh ayam jago. Disimbolkan sebagai sosok yang disiplin, jujur, bertanggungjawab dan mandiri; aku menilai tokoh ayam jago tepat untuk menggambarkan tokoh-tokoh bidak dalam permainan pembelajaran ini.

Permainan pembelajaran adalah cara sederhana ramah anak, ramah guru, untuk dijadikan kendaraan menyampaikan materi pembelajaran, nilai hidup dan sikap yang baik.

#Learning for Life

Melakukan Pengukuran, Pengamatan dan Pencatatan Berat dan Panjang dengan Satuan Baku Timbangan Berat Badan dan Meteran Tinggi Badan pada Tema 6 Kelas 2 Semester 2 di Kelas 2 Umar bin Khattab Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa Samarinda.

Melakukan dan merasai sendiri adalah sesuatu yang penting dalam proses belajar. Mendapatkan pengalaman langsung dari pengamatan mengenai pengukuran dan melakukan pencatatannya adalah bagian dari proses mendapat keterampilan belajar untuk diterapkan sampai kelak dewasa. Inti belajar adalah mengalami sendiri dan mampu menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. Belajar bukan cuma pada teori tapi pada kemampuan mengadaptasi nilai pembelajaran dalam mengatasi masalah kehidupan.
Pada tema 6 di kelas 2 semester 2, anak-anak diajarkan menggunakan alat ukur baku dan mampu menerapkannya dalam pengukuran sehari-hari. Menggunakan alat ukur baku timbangan berat badan dan meteran tinggi badan hari ini dilakukan bersama dengan Ms Bella, perawat di unit kesehatan sekolah. Setelah melakukan pengamatan, pengukuran dan pencatatan, siswa juga memindahkan satuan ukur dari meter ke centimeter dan sebaliknya, juga dari kilogram ke hektogram dan gram.

Membuat Frame Foto dari Bahan Bekas Pada Tema 5 Kelas 2 Semester 2 di Kelas 2 Umar bin Khattab Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa Samarinda.


Karena Waktu Tak Akan Kembali, Karena Masa Tak Akan Berulang

Anak-anak yang dilatih otak kiri dan kanannya akan menjadi anak yang seimbang hati dan pikirnya. Anak-anak yang melulu dilatih pandai akan cepat merasa puas dan letih jika harus berusaha keras. Anak-anak yang melulu dilatih bebas akan cepat merasa bosan dan tak bersedia mengikuti aturan. Anak-anak harus menjadi seimbang, dalam belajar dan berkegiatan. Di pembelajaran dengan pendekatan tematik di kurikulum 2013, semua hal ini memungkinkan. Dengan materi yang diatur sedemikian rupa agar siswa terlibat langsung dan bersedia bekerja mandiri maupun dengan tim, kegiatan pembelajaran melatih anak-anak untuk seimbang hati dan pikirnya, otak kiri dan otak kanannya.
Sayang jika terlewatkan, sayang jika dilewatkan. Karena masa tak akan kembali, karena masa tak pernah berhenti berlari.
#Learning for Life
Ms Dyan Widya Agustina
Wali Kelas 2 Umar bin Khattab
SD Islam Bunga Bangsa Samarinda

Sosialisasi Media Pembelajaran Anti Korupsi

Hari ini. Permainan ini saya sosialisasikan. Sebagai syarat kelengkapan administrasi. Lomba Media Pembelajaran Anti Korupsi kepada siswa(i) penggalang SD Islam Bunga Bangsa. permainan dalam bentuk Monopoli dan Kuartet.
Terima kasih anak2 pramuka SDIBB yang sudah bersedia menjadi pemain awal dari permainan ini. Serta kak Erwin Alfiannur yang mengijinkan anak-anak untuk uji coba.

Permainan ini saya berinama 'Monako & Kuantikop" dua buah permainan yang berbeda bentuk tapi memiliki pesan dan pembelajaran yang sama yaitu :
1. Nilai-nilai anti korupsi
2. Nilai-nilai anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari
3. Pemberantasan korupsi
4. Penyebab korupsi
5. Mengenal pahlawan dan tokoh Indonesia yang berintegritas tinggi
6. Mengenal serial buku si Kumbi dan serial tunas integritas
7. Memgenal Slogan-slogan anti korupsi

Ternyata setelah bermain. Anak-anak jadi tahu tentang apa dan bagaimana bibit koripsi itu.

"Bu suka bohong, hidup berlebihan, serta memanfaatkan jabatan orang tua itu bagian dari korupsi ya", celetuk mereka

Berbeda dengan permainan monopoli  konvensional yang hanya menggerakkan bidak dari satu kotak kekotak selanjutnya berdasarkan dadu yang dilontarkan, monopoli ini mengajak anak untuk lebih mengenal sejak Dini “Apa Itu Korupsi”, mulai dari penyebab, langkah-langkah apa yang diambil untuk memberantas korupsi, penerapan sejak dini dalam kehidupan keseharian agar besar nanti tak bermental koruptor. Semua disajikan melalui permainan ini, jadi game ini tak hanya sekedar bermain melainkan juga mengajak siswa belajar.

Untuk games Kuartet, cara bermainnya sama dengan kuartet konvensional pada umumnya.

#literasisekolahku
#bermainsambilbelajar
#integritaskpk
#gamesanak
#akujaditahu
#kpk
#antikorupsi
#tunasintegritas
#mengasahdiri
#taliintegritas

Kegiatan Kampung Santri Angkatan ke 8

Oleh : Yeny Duwi Seviawati, ST


Ujian Nasional Semakin dekat dan salah satu kegiatan yang dilakukan sekolah dalam memantapkan persiapan UN tersebut adalah dengan melakukan kegiatan Jelajah UN yang dikemas dalam Kampung Santri II sebagai sarana Belajar bagi siswa(i) Bunga bangsa.

Tujuan dari kegiatan ini ada 3 yaitu : 
1.  Meningkatkan ibadah siswa, 
2.  Meningkatkan kemampuan akademik siswa, 
3.  Memupuk karakter siswa dan melatih mental siswa menjadi mental juara.

Acara Kampung Santri  ini berlangsung selama 2 hari dengan agenda :
  1. Materi Ujian Nasional dengan Model Ranking 1
  2. Materi Ujian Sekolah dengan Sistem Flash Back
  3. Materi Ketangkasan 
  4. Ibadah bersama yang bertujuan agar dalam menghadapi UN kelak anak-anak diberi kemudahan Oleh Allah dalam segala hal.
  5. Out Bond  yang bertujuan untuk melatih motorik anak sera membangun semangat sportifitas bekerjasama dalam sebuah tim.
Semoga kegiatan ini mendatangkan manfaat buat semuanya. dan yang terpenting kelak anak-anak memiliki hasil yang membanggakan seperti tahun-tahun sebelumnya. Insya Allah.

Apakah Belajar Menulis Tegak Bersambung Masih Relevan Pada Pendidikan Zaman iPad Ini? Pembelajaran Tematik Tema 6 di kelas 2 Semester 2 di Kelas 2 Umar bin Khattab Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa Samarinda

Ms Dyan Widya Agustina
Wali kelas 2 Umar bin Khattab
SD Islam Bunga Bangsa Samarinda

Perdebatan mengenai mengajarkan atau tidak mengajarkan menulis bersambung atau cursive telah ada semenjak teknologi menjadi lebih mutakhir dan kemudahan kehidupan dalam hal pembelajaran dan pengajaran menguasai pendidikan. Sebagian negara bagian di Amerika Serikat sudah tidak mengajarkan pelajaran menulis tegak bersambung. Tetapi di sebagian negara bagian yang lain, pembelajaran mengenai bagaimana menulis tegak bersambung masih diajarkan. Sebagian besar ilmuwan dan pendidik, masih menganggap pelajaran menulis bersambung relevan bagi perkembangan anak-anak, terutama di sekolah dasar.

Pada pembelajaran tematik di tema 6 kelas 2 semester 2 ini, ada pelajaran menggunakan huruf kapital dengan menulis bersambung. Meletakkan pensil ke kertas dengan model tulis bersambung ini mampu menstimulasi otak kiri dan kanan agar seimbang dalam proses pembelajaran. Meskipun banyak yang memperdebatkan bahwa kemampuan menulis bersambung tidak ada hubungannya dengan validitas tes yang bisa diukur, namun penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis huruf bersambung meningkatkan pemahaman dan partisipasi dalam pembelajaran.
Di kelas 2 Umar bin Khattab, sepekan ini, memulai pembelajaran menulis huruf bersambung, dengan penekanan pada penggunaan huruf kapital pada awalan kalimat, awalan nama, nama kota, nama negara, nama hati dan nama bulan.
Regardless of the age we are on or the technological resource says at one's disposal, success is measures by thought information, the speed and efficiency ini which it is communicated. Because of this the students need variety of technologies, including cursive handwriting, to succeed. - Asherson, seorang terapis anak
#Learning for life

Sosialisasi Teknik Pengisian LJK


Ujian Sekolah Sebentar lagi dan salah satu Program kegiatan yang dilakukan sekolah dalam memantapkan persiapan Ujian tersebut adalah dengan melakukan kegiatan Persiapan UN dengan pembagian kelas untuk mengikuti test diagnostik awal dan pembagian guru pembimbing UN. 

Sebagai langkah awal, Senin (23/01), bertempat di ruang perpustakaan diadakan kegiatan sosialisasi Teknik pengisian LJK dan alat-alat yang harus digunakan. Hal ini patut diperhatikan juga pada saat test UN berlangsung dalam mengisi LJK dibutuhkan ketelitian dan nggak boleh jorok juga dalam mengisinya. Kenapa? Karena LJK ini sangat sensitif banget, hasilnya itu dapat dilihat pada saat di-scan. Ucap Narasumber yang berasal dari Erlangga Pustaka yang merupakan Tim dari Bapak Hijrah Saputra.  Dalam menghadapi UN hal terpenting yang harus diperhatikan  adalah persiapan Alat Tulis, Memang alat tulis terdengar hal yang paling simple dibandingkan dengan yang lainnya. Tapi hal ini juga perlu diperhatikan, karena alat-alat tulis yang harus dipakai sesuai dengan kriteria untuk ujian. Hati-hati dalam memilih perlengkapan alat tulis juga, alat tulis yang dibenarkan untuk digunakan adalah Pensil 2B, membawa papan LJK, penggaris untuk membulatkan, rautan dan penghapus

Kegiatan dibuka oleh Korjen kelas 6 Ibu Susilawati, S.Pd, dan dihadiri oleh Kepala Sekolah SD Islam Bunga Bangsa Ibu Yeny Duwi Seviawati, ST, wali kelas 6 lainnya yaitu Ibu Ekawati, S.S, Alfiani Suarno, S.Pd dan Yosimar Akbar, S.Pd

Mengamati perubahan suhu Dengan menggunakan alat-alat lab



Mengamati perubahan suhu Dengan menggunakan alat-alat lab

1. Pengertian Kalor
Kalor merupakan bentuk energi yang pindah karena adanya perbedaan suhu. Secara alamiah, kalor berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah. Sebelum abad ke – 17, orang beranggapan bahwa kalor merupakan zat yang pindah dari benda bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Jika kalor merupakan zat, tentu mempunyai masa. Ternyata benda yang suhunya naik, massanya tidak berubah, jadi kalor bukan zat.

Satuan kalor :
  • Sistem internasional ( SI ) ; joule ( J )
  • Sistem lain ; kalori ( kal ) dimana 1 kalori = 4,2 ; BTU dimana 1 BTU = 252 kalori

Membaca dan Mengapresiasi Puisi sebagai Karya Sastra pada Tema 5 PENGALAMANKU Kelas 2 Semester 2 tahun Pembelajaran 2018

Membaca puisi di depan kelas bukan selalu hal mudah dilakukan tanpa latihan dan tanpa usaha yang terus menerus. Mengganti pola tonal pada puisi yang biasa dipakai pada pembacaan puisi sejak jaman dahulu juga merupakan tantangan tersendiri.


Mengapresiasi pembacaan puisi juga sebuah hal yang berkaitan langsung dengan kemampuan menghargai orang lain dan diri sendiri dan mau merendahkan hati diam sejenak dan mendengarkan orang lain membaca puisi, setakmenarik apapun.

Pada pembacaan puisi kali ini, setiap siswa maju ke depan kelas untuk membaca puisi pilihannya yang sesuai dengan seleranya. Ditampilkan pada siswa cara membaca puisi melalui video yang disiapkan oleh guru, agar mereka mampu mengamati mana pembacaan puisi yang menarik dan apa yang menjadi faktor menarik dari pembacaan puisi tersebut.

It is art makes the life beautiful.

Kegiatan kami di pekan pertama masuk sekolah.
#Learning for Life

Ms. Dyan Widya Agustina
Wali Kelas 2 Umar bin Khattab
SD Islam Bunga Bangsa Samarinda

Penghargaan Siswa Berprestasi pada kegiatan Mabit Qur'an SD Islam Bunga Bangsa Tahun 2018

Alhamdulillah kegiatan "MABIT QUR'AN" SD ISLAM BUNGA BANGSA berjalan dengan lancar. Pada hari ini senin, 15 Januari 2018 diumumkan siswa-siswi terbaik dalam kegiatan tersebut. Hasil evaluasi Mabit Qur'an 11-12 jan 2018, dengan kategori terbaik putra dan putri juz 29 ananda Mahdi Sarwan Abdullah kelas VI Mahakam dan ananda Dina Analisa VI Mahakam. Untuk juz 30 diraih oleh Ananda Ahmad Faiq kelas IV Ibn Sina dan ananda Intan Mutiara Kelas IV Ibnu Rusyd. Untuk tartil diraih oleh Ananda M.Fiqrie Abqari kelas IV Ibnu Sina dan ananda Naya Qurra`aini Kelas V Sevilla.

Selamat kepada siswa-siswi yang sudah meraih hasil yang terbaik. Tetap dipertahankan sampai dengan khataman. Dan semoga menjadi motivasi bagi siswa-siswi yang lain untuk lebih semangat dan bersungguh-sungguh dalam meraih cita-citanya. 
#generasi cinta AL-QURAN

Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa) SD Islam Bunga Bangsa Samarinda

Mabit adalah salah satu sarana tarbiyah (wasa’ilut tarbiyah). Secara bahasa, mabit berarti bermalam. Istilah yang sangat masyhur kita dapati pada salah satu rangkaian ibadah haji yaitu mabit di Mina

Dalam terminologi dakwah dan tarbiyah, mabit adalah adalah salah satu sarana tarbiyah untuk membina ruhiyah, melembutkan hati, membersihkan jiwa, dan membiasakan fisik untuk beribadah (khususnya shalat tahajjud, dzikir, tadabbur dan tafakkur). Untuk memudahkan memahami definisi ini, biasanya mabit dijadikan akronim dari MAlam Bina Iman dan Taqwa.

Sebagai bentuk pendidikan karakter keislaman, SDIslam Bunga Bangsa Samarinda, melalui Waka Diniyah,  mengadakan kegiatan MABIT atau Malam Bina Iman dan Taqwa. pada tanggal 12 s-d 13 Januari 2018.

Secara umum MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) adalah salah satu di antara sarana pendidikan islam atau tarbiyah islamiyah dalam rangka membina jiwa seorang muslim agar menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual (fikriyah), sehat secara jasmani (jasadiyah), tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual yang kuat kepada Allah SWT.

Ragam kegiatannya adalah sebagai berikut :
1. Sholat berjamaah dan Sholat Tahajud
2. Tilawah Al-Quran minimal 1 juz
3. Dzikir Al-Ma'tsurat petang dan pagi
4. Tausiyah

Mengidentifikasikan Hak Siswa di Sekolah

by : Nurli Dwinata, S.Pd

Setelah anak-anak melakukan kewajibannya menjaga kebersihan lingkungan sekolah melalui kegiatan Jum'at Bersih, pembelajaran di kelas dilanjutkan dengan "Mengidentifikasikan Hak Siswa di Sekolah" melalui kegiatan diskusi dan menuliskan hasil diskusi dalam bentuk laporan.

Refleksi Pembelajaran sebagai Catatan Harian Guru di Kelas 2 Umar bin Khattab SD Islam Bunga Bangsa Samarinda

Sebelum pembelajaran berakhir, penting bagi guru untuk melakukan refleksi. Duduk bersama siswa dan mengumpulkan berbagai kesan dan komentar dari mereka tentang apa yang sudah mereka pelajari. Dari komentar dan kesan ini dapat dilihat berbagai hal termasuk keantusiasan dan sikap mereka terhadap materi atau kegiatan di hari tersebut.


Bentuk refleksi tidak melulu berbicara atau mengkomunikasikannya secara verbal. Pada siswa kelas rendah, mengungkapkan perasaan dan pikiran dapat melalui gambar dan coretan.

Pada beberapa gambar ini mereka menyampaikan banyak pesan sesuai dengan apa yang mereka rasakan. Pada satu gambar ada yang menggambarkan pembelajaran kelas dengan pengukuran papan tulis menggunakan meteran bangunan, di gambar yang lain adapula yang menggambarkan saat mengukur lingkar pohon, ada yang bercerita melalui gambar tentang bagaimana seorang desainer mengukur pakaian calon pelanggan.

Depiksi guru, saya, tidak melulu dan mutlak sama. Ada yang menggambarkan Ms Dyan dengan sepatu berhak tinggi dengan baju warna cerah, lipstik tebal dan potongan baju yang agak mini. Ada pula yang menggambarkan gurunya seperti pelatih senam dengan training pak dan sepatu olahraga. Pun ada yang menggambarkan gurunya seperti mengenakan pakaian gamis ala Arab yang penuh dengan blink blink dan warna yang menarik.

Melalui proses refleksi, guru dapat mengumpulkan informasi tentang apa yang mereka sukai dan tidak sukai, apa yang berat dan menyenangkan bagi mereka. Setiap anak mempunyai cara yang unik untuk menyampaikan apa yang menjadi kesan bagi mereka.

Where the world begins, a classroom.
#Learning for Life

Ms Dyan Widya Agustina
Walikelas 2 Umar bin Khattab
SD Islam Bunga Bangsa Samarinda

Sekolahku Awal Imajinasiku, Program Literasi Sekolahku


Salah satu program kerja perpustakaan untuk meningkatkan minat baca dan menulis anak-anak yaitu dengan menfasilitasi setiap lulusan untuk membuat karya tulis dalam bentuk Buku kumpulan Cerita pendek, Puisi, Pantun, dan gambar hasil karya mereka sendiri dengan Judul buku "Sekolahku Awal Imajinasiku".

Membuat tulisan adalah menuangkan segala ide, perasaan atau pikiran tentang masalah yang diungkapkan dalam wujud bahasa berupa tulisan berdasarkan setiap kejadian. baik itu pengalaman pribadi atau karangan hayalan mereka. Kegiatan ini merupakan aplikasi pebelajaran membaca yang sudah menjadi bagian dari kurikulum sekolah dimana setiap siswa atau kelas disaat jadwal membaca wajib keperpustakaan untuk membaca dan meringkas bahan bacaan. 

Sudah menjadi agenda rutin sekolah, setiap lulusan menghasilkan karya tulisan dalam bentuk antologi yang diberi judul "Sekolahku Awal Imajinasiku", makau bertempat diruang Perpustakaan Bunga Bangsa seluruh siswa(i) Angkatan ke 8 yang akan lulus dikumpulkan dan diberi waktu 2 jam untuk menuangkan imajinasi mereka kedalam bentuk cerita pendek, pantun, puisi dan gambar. tujuannya untuk menjamin keaslian karya mereka bukan hasil jiplakan karya orang lain.

Ada yang berbeda dengan siswa Angkatan ke 8, kebanyakan dari mereka sudah membuat cerita dalam bentuk cerpen, baik itu cerita imajinasi ataupun pengalaman pribadi mereka pada kehidupan sehari-hari baik dilingkungan keluarga, teman bermain maupun dilingkungan sekolah. Tak seperti  tahun-tahun sebelumnya yang kebanyakan dari mereka hanya menulis pantun, puisi dan menggambar.

Proses selanjutnya setelah melalui proses input dan editing, buku mereka akan dicetak, nantinya buku-buku ini akan dibagikan kepada mereka sebagai tanda mata kelulusan, bahwa mereka pernah membuat tulisan walaupun dalam bentuk sederhana. Kami mencoba berinofasi dengan membuat buku tahunan dalam bentuk yang lebih berisi dengan tulisan tangan mereka sediri.

Menggunakan Alat Ukur Panjang Baku pada Pembelajaran Tematik Tema 5 PENGALAMANKU Kelas 2 Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa Samarinda

Meletakkan konsep pengukuran pada siswa kelas rendah adalah upaya untuk menerapkan prinsip teliti dan kritis dalam sikap sehari-hari. Setelah mempelajari materi tentang alat ukur baku dan tidak baku, siswa kelas 2 diajak untuk praktik melakukan pengukuran dengan alat ukur baku.

Pada tema 5 ini, siswa kelas 2 akan mempelajari tak hanya pengukuran panjang, tapi juga pengukuran berat. Dimulai dengan pengukuran benda-benda di sekitar kelas, pekan selanjutnya, akan dilakukan pengukuran anggota tubuh yang dilakukan secara bergantian.

Kegiatan melakukan pengukuran seperti ini adalah usaha untuk mendekatkan konsep sehari-hari pada siswa agar mampu melakukannya suatu saat nanti dengan baik dan benar. Karakter yang dibangun adalah mandiri dan mampu bekerjasama dalam tim. Pada beberapa tugas, mereka harus melakukan sendiri, pada beberapa tugas lainnya, mereka melakukan secara berkelompok.

A happy student will happily learn everything.

Kegiatan kami di pekan pertama masuk sekolah.
#Learning for Life


Ms. Dyan Widya Agustina
Wali Kelas 2 Umar bin KhattabSD Islam Bunga Bangsa Samarinda

Tambahan Koleksi Langsung Dari Penulisnya

Bulan ini Perpustakaan Bunga Bangsa mendapat tambahan koleksi langsung dari penulisnya : Dyan Agustina Ali. Sebuah buku Antologi Cerpen 4 guru Indonesia, yang diterbitkan oleh Penerbit Majas Praktek Mandiri serta Buku Something Different Idea From Ibnu Rusyd.