English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Cari Postingan

JUARA MATHEMATICS OLIMPIAD (TIMO) DI BANGKOK. THAILAND INTERNASIONAL

By : Yeny Duwi Seviawati, ST

Alhamdulillah... 2 siswa terbaik SD ISLAM BUNGA BANGSA sudah mengharumkan nama Negara INDONESIA, provinsi Kalimantan Timur dan Kota SAMARINDA. Selamat untuk ananda Muhammad Fauzan Ardani mendapatkan medali silver dan ananda Callysta Catherine Agus mendapatkan medali bronze di ajang internasional yaitu THAILAND INTERNASIONAL MATHEMATICS OLIMPIAD (TIMO) DI BANGKOK. 

Terimakasih kepada guru pembimbing olimpiade matematika ibu Alfiani Suarno yang sudah bekerja keras membimbing siswa, terimakasih juga saya haturkan kepada orang tua Ananda Fauzan dan callista yang sudah mendukung kegiatan olimpiade dan prestasi siswa. Terimakasih seluruh guru dan karyawan yayasan Bunga Bangsa yang sudah mendukung dan memberikan do'a untuk anak-anak kami sehingga berhasil membawa nama baik sekolah dan Negara Indonesia di dunia Internasional

Mengamati ciri-ciri hewan pada pembelajaran tematik kelas 2 semester 2 Tema 6 Merawat Hewan dan Tumbuhan di kelas 2 Umar bin Khattab Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa Samarinda.

Belajar di Luar Kelas : Mengunjungi Kandang Sapi

Hari ini kuajak siswaku mengunjungi kandang sapi dan melihat sendiri bagaimana hewan berkaki empat itu hidup di kandangnya. Letak kandang sapi yang tidak jauh dari lingkungan sekolah adalah salah satu aset pembelajaran sendiri untuk siswaku disekolah ini. Didampingi dua petugas pemelihara dan perawat sapi, siswaku mempraktikkan wawancara sederhana menggunakan kata tanya apa, kapan, dimana, mengapa, siapa, bagaimana sampai berapa harga. Temanya tentang sapi. Cara merawat sapi dan bagaimana hewan itu tumbuh.
Lembar mewarnai sapi kujadikan panduan bagi mereka membuat mind mapping sederhana tentang apa yang bisa mereka gali dari sebuah topik. Meletakkan pembiasaan berpikir logis analitis dengan menggunakan kata tanya yang tepat adalah bagian dari kompetensi dasar bahasa Indonesia di kelas 2.

Menang Lomba Sayembara Penulisan Bahan Bacaan GLN 2017

Mengenal Pahlawan diera gadget merupakan sebuah tantangan yang besar, mungkin tak menarik kalau hanya disampaikan secara verbal. Butuh tips dan trik agar anak-anak berminat untuk lebih mengenal Pahlawan nasional melalui suatu permainan. Dan permainan monopoli Pahlawan Nasional ini bisa dijadikan alternative.

Ide itu tercetus saat ingin mengikuti sayembara penulisan Bahan Bacaan Gerakan Literasi Nasional 2017, untuk membantu kegiatan belajar mengajar pada pelajaran Sejarah, dimana anak-anak dimasa sekarang, sangat banyak yang tidak mengenal Pahlawan Nasionalnya, lalu tertuanglah ide membuat buku dengan dilengkapi sebuah permainan yang saya sebut MONAS atau “Monopoli Pahlawan Nasional” dan KWARNAS “Kwartet Pahlawan Nasional”, yang pola bermain dan alat bantu yang digunakan, hampir sama dengan monopoli dan kwartet konvensional pada umumnya.

Belajar sambil bermain adalah alternative lain mengajari siswa lebih mengenal pahlawan Indonesia. Guna buku sebagai bahan bacaan, agar siswa mengetahui jawaban dari tiap pertanyaan yang diberikan saat mendapat Sanksi permainan.


Pearls of Asia - Kuliah Singkat Budaya Filipina Bersama Miss Weri Manapol

 Photo taken by Dyan Agustina Ali.
Venue. Perpustakaan Bunga Bangsa Samarinda.

Bertempat di perpustakaan Sekolah Islam Bunga Bangsa, Miss Weri Manapol yang telah kurang lebih 3 pekan bertugas sebagai guru tamu di Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa, hari ini berkesempatan menyampaikan materi tentang sistem pendidikan di Filipina, negara asalnya. Mengenakan pakaian modifikasi tradisional khas Filipina berwarna merah, Miss Weri, menyampaikan tentang hal-hal yang membuat Filipina disebut sebagai Pearls of Asia.

Penjelasannya dimulainya dengan sejarah nama Filipina dan bagaimana penjajah Spanyol, Amerika dan Jepang meninggalkan jejak budaya yang besar di Filipina sebagai satu-satunya daerah yang penduduknya mayoritas beragama Roman Katolik di Asia Tenggara. Berbagai fakta perihal Filipina dan budayanya yang sedikit banyak mirip sekali dengan budaya Indonesia menjadi satu alasan kami sebagai peserta di ruangan itu semakin yakin bahkan Indonesia merupakan bagian masyarakat global. Miss Weri menyebutkan asalnya dari Pulau Mindanao di Davao di selatan Filipina yang dikelilingi daerah laut dan pantai.


Membuat Karya Seni 3 Dimensi Berbahan Sabun pada Pembelajaran Tematik Tema 6 Kelas 2 Semester 2 di Kelas 2 Umar bin Khattab Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa Samarinda.

Ms Dyan Widya Agustina
Wali Kelas 2 Umar bin Khattab
SD Islam Bunga Bangsa Samarinda

Apakah Melatih Kreativitas Anak Berpengaruh Pada Kecerdasan Matematika dan Berbahasa?

Hari Jumat selalunya hari yang panjang di kelasku, karena kegiatan pembelajaran tematik hanya dibedakan pelajaran PJOK dengan kegiatan lapangan atau latihan berenang. Hari Jumat pula adlah hari kesukaan hampir seluruh siswa di kelasku. Aku meletakkan kegiatan membuat prakarya, menguji coba, melakukan kegiatan belajar di luar kelas, pemutaran film dan video, di hari Jumat.

Robertson (1990) pernah melakukan riset apakah kemampuan berprakarya dan mengolah segala sesuatu dengan cara kreatif akan menjadi pemicu kecerdasan matematika dan berbahasa, dan yang luar biasa, adalah bahwa anak-anak yang dilatih kreatif mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk mampu menyelesaikan masalah masa depannya dengan lebih baik. Menyeimbangkan kegiatan otak kiri dan kanan yang merupakan titik kegiatan berkreasi, akan menopang stimulus belajar di semua belahan otak untuk mengaktivasi kecerdasan matematika dan berbahasa.

Berlatih Mengukur Menggunakan Timbangan Pasar dan Timbangan Bahan Kue, Melatih Teliti dan Jujur Pada Siswa Kelas 2 Umar bin Khattab SD Islam Bunga Bangsa Samarinda.

Ms Dyan Widya Agustina
Wali Kelas 2 Umar bin Khattab

Timbangan pasar atau timbangan bebek, adalah salah satu timbangan baku yang digunakan di pasar tradisional. Pekan ini kami benar-benar praktik mengukur berat dengan menggunakan timbangan ini. Mulai dari ukuran terkecil pada batu timbangan 50 gram sampai ukuran 2kg. Untukku sendiri, menggunakan timbangan pasar ini adalah hal yang baru. Apalagi untuk anak-anak di kelasku. Seperti bisa diduga, rasa ingin tahu mereka pada bagaiman penggunaan timbangan jenis ini pun mendominasi proses belajar mengajar.

Demikian pula dengan penggunaan timbangan bahan kue yang lebih rinci dan detil. Permainan mengukur yang dilakukan per kelompok berjalan sangat seru, karena masing-masing ingin mencoba dan menggunakan timbangan. Kehati-hatian pada penggunaan timbangan menjadi aturan utama pada praktik kami pekan ini. Ketelitian adalah karakter utama yang menjadi nafas kegiatan. Aku jelaskan pula bahwa mencurangi timbangan adalah sebuah kesalahan besar.

Penggunaan timbangan adalah keahlian hidup.

#Learning for Life

Pengukuran Menggunakan Alat Ukur Baku pada Pembelajaran Tematik Kelas 2 Semester 2 Tema 6 Air, Matahari dan Bumi di Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa Samarinda.

Learning for Life

Ms Dyan Widya Agustina #OzAlum Australia Awards Dubes Australia
Wali Kelas 2 Utsman bin Affan
SD Islam Bunga Bangsa Samarinda

Siswa-siswi kelas 2 sudah memasuki tema 6, Air, Matahari dan Bumi, pada tema ini siswa-siswi belajar mengenai pengukuran menggunakan alat ukur baku dan tidak baku. Memanfaatkan fasilitas sekolah berupa Unit Kesehatan Sekolah, UKS, dibantu perawat yang bertugas, anak-anak diperkenankan mencoba mengukur tinggi teman-teman satu kelompoknya secara bergantian.

Ibu Iin Sulastri, perawat yang bertugas terlebih dahulu menjelaskan bagaimana prosedur penggunaan meteran ukur untuk mengukur tinggi badan. Siswa-siswi diminta memperhatikan dengan seksama. Kaki dirapatkan ke dinding, badan tegak lurus, pandangan ke depan. Meteran ditarik tepat diatas kepala. Angka pada meteran ditandai dengan garis merah. Siswa-siswi kelas 2 Utsman bin Affan dengan antusias mengamati penjelasan kemudian dengan berbagai ekspresi mencoba alat tersebut. Dalam satu kelompok terdiri dari 3-4 orang anak. Ada yang bertindak selaku pengukur dan pencatat. Pada akhir kegiatan, siswa-siswi diminta berdiskusi, mengisi tabel, mengurutkan angka terbesar sampai terkecil kemudian mengurutkan siswa berdasarkan tinggi badan mereka. Hari ini kegiatan lebih banyak dilakukan di luar kelas.