Rachmawati-Kaltim 2019 by Rachmawati on Scribd
Cari Postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi Sekolah. Tampilkan semua postingan
Takokak dan Tusuk Gigi - Building 3D Shapes
Mendekati materi geometri dengan menggunakan benda-benda di sekitar anak-anak, adalah salah satu cara untuk merekatkan memori pembelajaran lebih lama dibandingkan dengan penjelasan semata.
Mempraktikkan sendiri, menemukan sendiri, dan merancang sendiri bagian-bagian sebuah bangun ruang, menentukan jumlah sudut dan rusuknya. Hari ini aku dan anak-anak di kelasku, membuat bangun kubus dengan menggunakan takokak dan tusuk gigi.
Model sederhana kubus buatan sendiri ini, kemudian mereka analisa. Berapa takokak yang diperlukan, untuk mewakili sudut, dan berapa tusuk gigi yang dipasang, untuk mewakili rusuk. Beberapa anak mampu menyelesaikan model kubus dan menentukan jumlah sisi, sudut serta rusuk dengan segera, tanpa waktu lama. Beberapa lainnya masih menerka dan mereka-reka.
Pekan ini, kami mulai belajar tentang bangun ruang. Akan kutemukan cara-cara sederhana selama belajar bersama anak-anakku untuk menemukan solusi terbaik dari gaya belajar mereka yang sangat aktif. Memberi mereka tantangan salah satunya. Sibuk dengan bagaimana menemukan jawaban dari masalah yang diberikan pada mereka, dan hari ini kumulai dengan takokak+tusuk gigi.
Target hanyalah target, tetapi dalam proseslah kenikmatan dan keindahan diperoleh - DGL.
Wali kelas 2 Abu Bakar Ash Siddiq
SD Islam Bunga Bangsa Samarinda
SD Islam Bunga Bangsa Samarinda
Mengamati ciri-ciri hewan pada pembelajaran tematik kelas 2 semester 2 Tema 6 Merawat Hewan dan Tumbuhan di kelas 2 Umar bin Khattab Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa Samarinda.
Belajar di Luar Kelas : Mengunjungi Kandang Sapi
Hari ini kuajak siswaku mengunjungi kandang sapi dan melihat sendiri bagaimana hewan berkaki empat itu hidup di kandangnya. Letak kandang sapi yang tidak jauh dari lingkungan sekolah adalah salah satu aset pembelajaran sendiri untuk siswaku disekolah ini. Didampingi dua petugas pemelihara dan perawat sapi, siswaku mempraktikkan wawancara sederhana menggunakan kata tanya apa, kapan, dimana, mengapa, siapa, bagaimana sampai berapa harga. Temanya tentang sapi. Cara merawat sapi dan bagaimana hewan itu tumbuh.
Lembar mewarnai sapi kujadikan panduan bagi mereka membuat mind mapping sederhana tentang apa yang bisa mereka gali dari sebuah topik. Meletakkan pembiasaan berpikir logis analitis dengan menggunakan kata tanya yang tepat adalah bagian dari kompetensi dasar bahasa Indonesia di kelas 2.
Kolom "Celoteh" Kaltim Post, Edisi kamis 15-02-2018. Halaman 21.
Foto oleh : Yuvita
Pearls of Asia - Kuliah Singkat Budaya Filipina Bersama Miss Weri Manapol
Photo taken by Dyan Agustina Ali.
Penjelasannya dimulainya dengan sejarah nama Filipina dan bagaimana penjajah Spanyol, Amerika dan Jepang meninggalkan jejak budaya yang besar di Filipina sebagai satu-satunya daerah yang penduduknya mayoritas beragama Roman Katolik di Asia Tenggara. Berbagai fakta perihal Filipina dan budayanya yang sedikit banyak mirip sekali dengan budaya Indonesia menjadi satu alasan kami sebagai peserta di ruangan itu semakin yakin bahkan Indonesia merupakan bagian masyarakat global. Miss Weri menyebutkan asalnya dari Pulau Mindanao di Davao di selatan Filipina yang dikelilingi daerah laut dan pantai.
Venue. Perpustakaan Bunga Bangsa Samarinda.
Bertempat di perpustakaan Sekolah Islam Bunga Bangsa, Miss Weri Manapol yang telah kurang lebih 3 pekan bertugas sebagai guru tamu di Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa, hari ini berkesempatan menyampaikan materi tentang sistem pendidikan di Filipina, negara asalnya. Mengenakan pakaian modifikasi tradisional khas Filipina berwarna merah, Miss Weri, menyampaikan tentang hal-hal yang membuat Filipina disebut sebagai Pearls of Asia.
Penjelasannya dimulainya dengan sejarah nama Filipina dan bagaimana penjajah Spanyol, Amerika dan Jepang meninggalkan jejak budaya yang besar di Filipina sebagai satu-satunya daerah yang penduduknya mayoritas beragama Roman Katolik di Asia Tenggara. Berbagai fakta perihal Filipina dan budayanya yang sedikit banyak mirip sekali dengan budaya Indonesia menjadi satu alasan kami sebagai peserta di ruangan itu semakin yakin bahkan Indonesia merupakan bagian masyarakat global. Miss Weri menyebutkan asalnya dari Pulau Mindanao di Davao di selatan Filipina yang dikelilingi daerah laut dan pantai.Berlatih Mengukur Menggunakan Timbangan Pasar dan Timbangan Bahan Kue, Melatih Teliti dan Jujur Pada Siswa Kelas 2 Umar bin Khattab SD Islam Bunga Bangsa Samarinda.
Ms Dyan Widya Agustina
#Learning for Life
Wali Kelas 2 Umar bin Khattab
Timbangan pasar atau timbangan bebek, adalah salah satu timbangan baku yang digunakan di pasar tradisional. Pekan ini kami benar-benar praktik mengukur berat dengan menggunakan timbangan ini. Mulai dari ukuran terkecil pada batu timbangan 50 gram sampai ukuran 2kg. Untukku sendiri, menggunakan timbangan pasar ini adalah hal yang baru. Apalagi untuk anak-anak di kelasku. Seperti bisa diduga, rasa ingin tahu mereka pada bagaiman penggunaan timbangan jenis ini pun mendominasi proses belajar mengajar.
Demikian pula dengan penggunaan timbangan bahan kue yang lebih rinci dan detil. Permainan mengukur yang dilakukan per kelompok berjalan sangat seru, karena masing-masing ingin mencoba dan menggunakan timbangan. Kehati-hatian pada penggunaan timbangan menjadi aturan utama pada praktik kami pekan ini. Ketelitian adalah karakter utama yang menjadi nafas kegiatan. Aku jelaskan pula bahwa mencurangi timbangan adalah sebuah kesalahan besar.
Penggunaan timbangan adalah keahlian hidup.
Pengukuran Menggunakan Alat Ukur Baku pada Pembelajaran Tematik Kelas 2 Semester 2 Tema 6 Air, Matahari dan Bumi di Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa Samarinda.
Wali Kelas 2 Utsman bin Affan
SD Islam Bunga Bangsa Samarinda
Siswa-siswi kelas 2 sudah memasuki tema 6, Air, Matahari dan Bumi, pada tema ini siswa-siswi belajar mengenai pengukuran menggunakan alat ukur baku dan tidak baku. Memanfaatkan fasilitas sekolah berupa Unit Kesehatan Sekolah, UKS, dibantu perawat yang bertugas, anak-anak diperkenankan mencoba mengukur tinggi teman-teman satu kelompoknya secara bergantian.
Ibu Iin Sulastri, perawat yang bertugas terlebih dahulu menjelaskan bagaimana prosedur penggunaan meteran ukur untuk mengukur tinggi badan. Siswa-siswi diminta memperhatikan dengan seksama. Kaki dirapatkan ke dinding, badan tegak lurus, pandangan ke depan. Meteran ditarik tepat diatas kepala. Angka pada meteran ditandai dengan garis merah. Siswa-siswi kelas 2 Utsman bin Affan dengan antusias mengamati penjelasan kemudian dengan berbagai ekspresi mencoba alat tersebut. Dalam satu kelompok terdiri dari 3-4 orang anak. Ada yang bertindak selaku pengukur dan pencatat. Pada akhir kegiatan, siswa-siswi diminta berdiskusi, mengisi tabel, mengurutkan angka terbesar sampai terkecil kemudian mengurutkan siswa berdasarkan tinggi badan mereka. Hari ini kegiatan lebih banyak dilakukan di luar kelas.
Mengapa Banyak Sekali Kegiatan Bersifat Keterampilan Fisik dan Kerajinan Tangan Diterapkan Pada Siswa Sekolah Dasar Kelas Awal?
Mengapa Banyak Sekali Kegiatan Bersifat Keterampilan Fisik dan Kerajinan Tangan Diterapkan Pada Siswa Sekolah Dasar Kelas Awal?
Jawabannya sederhana, karena siswa sekolah dasar kelas awal memiliki kecenderungan sangat aktif dan baru belajar mengelola emosinya. Limpahan energi sedemikian besar harus diarahkan pada kegiatan yang menarik dan melibatkan tubuh secara kognitif dan kinestetik. Pengelolaan emosi pada siswa yang sangat aktif diperlukan agar anak-anak terhindar dari aktivitas yang negatif, mengganggu teman dan memiliki kecenderungan membully.
Pengelolaan emosi dan kegiatan yang bersifat kinestetik ini harus dilakukan berdasarkan kebutuhan siswa, artinya, analisa dilakukan dengan cermat dan teliti pada bagaimana kondisi kedewasaan anak dalam berpikir, memilih kegiatan dan bertindak.
Melakukan Pengukuran, Pengamatan dan Pencatatan Berat dan Panjang dengan Satuan Baku Timbangan Berat Badan dan Meteran Tinggi Badan pada Tema 6 Kelas 2 Semester 2 di Kelas 2 Umar bin Khattab Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa Samarinda.
Melakukan dan merasai sendiri adalah sesuatu yang penting dalam proses belajar. Mendapatkan pengalaman langsung dari pengamatan mengenai pengukuran dan melakukan pencatatannya adalah bagian dari proses mendapat keterampilan belajar untuk diterapkan sampai kelak dewasa. Inti belajar adalah mengalami sendiri dan mampu menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. Belajar bukan cuma pada teori tapi pada kemampuan mengadaptasi nilai pembelajaran dalam mengatasi masalah kehidupan.
Pada tema 6 di kelas 2 semester 2, anak-anak diajarkan menggunakan alat ukur baku dan mampu menerapkannya dalam pengukuran sehari-hari. Menggunakan alat ukur baku timbangan berat badan dan meteran tinggi badan hari ini dilakukan bersama dengan Ms Bella, perawat di unit kesehatan sekolah. Setelah melakukan pengamatan, pengukuran dan pencatatan, siswa juga memindahkan satuan ukur dari meter ke centimeter dan sebaliknya, juga dari kilogram ke hektogram dan gram.
Membuat Frame Foto dari Bahan Bekas Pada Tema 5 Kelas 2 Semester 2 di Kelas 2 Umar bin Khattab Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa Samarinda.
Karena Waktu Tak Akan Kembali, Karena Masa Tak Akan Berulang
Anak-anak yang dilatih otak kiri dan kanannya akan menjadi anak yang seimbang hati dan pikirnya. Anak-anak yang melulu dilatih pandai akan cepat merasa puas dan letih jika harus berusaha keras. Anak-anak yang melulu dilatih bebas akan cepat merasa bosan dan tak bersedia mengikuti aturan. Anak-anak harus menjadi seimbang, dalam belajar dan berkegiatan. Di pembelajaran dengan pendekatan tematik di kurikulum 2013, semua hal ini memungkinkan. Dengan materi yang diatur sedemikian rupa agar siswa terlibat langsung dan bersedia bekerja mandiri maupun dengan tim, kegiatan pembelajaran melatih anak-anak untuk seimbang hati dan pikirnya, otak kiri dan otak kanannya.
Sayang jika terlewatkan, sayang jika dilewatkan. Karena masa tak akan kembali, karena masa tak pernah berhenti berlari.
#Learning for Life
Ms Dyan Widya Agustina
Wali Kelas 2 Umar bin Khattab
SD Islam Bunga Bangsa Samarinda
Wali Kelas 2 Umar bin Khattab
SD Islam Bunga Bangsa Samarinda
Kegiatan Kampung Santri Angkatan ke 8
Oleh : Yeny Duwi Seviawati, ST
Ujian Nasional Semakin dekat dan salah satu kegiatan yang dilakukan sekolah dalam memantapkan persiapan UN tersebut adalah dengan melakukan kegiatan Jelajah UN yang dikemas dalam Kampung Santri II sebagai sarana Belajar bagi siswa(i) Bunga bangsa.
Tujuan dari kegiatan ini ada 3 yaitu :
1. Meningkatkan ibadah siswa,
2. Meningkatkan kemampuan akademik siswa,
3. Memupuk karakter siswa dan melatih mental siswa menjadi mental juara.
Acara Kampung Santri ini berlangsung selama 2 hari dengan agenda :
- Materi Ujian Nasional dengan Model Ranking 1
- Materi Ujian Sekolah dengan Sistem Flash Back
- Materi Ketangkasan
- Ibadah bersama yang bertujuan agar dalam menghadapi UN kelak anak-anak diberi kemudahan Oleh Allah dalam segala hal.
- Out Bond yang bertujuan untuk melatih motorik anak sera membangun semangat sportifitas bekerjasama dalam sebuah tim.
Semoga kegiatan ini mendatangkan manfaat buat semuanya. dan yang terpenting kelak anak-anak memiliki hasil yang membanggakan seperti tahun-tahun sebelumnya. Insya Allah.
Apakah Belajar Menulis Tegak Bersambung Masih Relevan Pada Pendidikan Zaman iPad Ini? Pembelajaran Tematik Tema 6 di kelas 2 Semester 2 di Kelas 2 Umar bin Khattab Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa Samarinda
Ms Dyan Widya Agustina
Wali kelas 2 Umar bin Khattab
SD Islam Bunga Bangsa Samarinda
Perdebatan mengenai mengajarkan atau tidak mengajarkan menulis bersambung atau cursive telah ada semenjak teknologi menjadi lebih mutakhir dan kemudahan kehidupan dalam hal pembelajaran dan pengajaran menguasai pendidikan. Sebagian negara bagian di Amerika Serikat sudah tidak mengajarkan pelajaran menulis tegak bersambung. Tetapi di sebagian negara bagian yang lain, pembelajaran mengenai bagaimana menulis tegak bersambung masih diajarkan. Sebagian besar ilmuwan dan pendidik, masih menganggap pelajaran menulis bersambung relevan bagi perkembangan anak-anak, terutama di sekolah dasar.
Pada pembelajaran tematik di tema 6 kelas 2 semester 2 ini, ada pelajaran menggunakan huruf kapital dengan menulis bersambung. Meletakkan pensil ke kertas dengan model tulis bersambung ini mampu menstimulasi otak kiri dan kanan agar seimbang dalam proses pembelajaran. Meskipun banyak yang memperdebatkan bahwa kemampuan menulis bersambung tidak ada hubungannya dengan validitas tes yang bisa diukur, namun penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis huruf bersambung meningkatkan pemahaman dan partisipasi dalam pembelajaran.
Di kelas 2 Umar bin Khattab, sepekan ini, memulai pembelajaran menulis huruf bersambung, dengan penekanan pada penggunaan huruf kapital pada awalan kalimat, awalan nama, nama kota, nama negara, nama hati dan nama bulan.
Regardless of the age we are on or the technological resource says at one's disposal, success is measures by thought information, the speed and efficiency ini which it is communicated. Because of this the students need variety of technologies, including cursive handwriting, to succeed. - Asherson, seorang terapis anak
#Learning for life
Sosialisasi Teknik Pengisian LJK
Ujian Sekolah Sebentar lagi dan salah satu Program kegiatan yang dilakukan sekolah dalam memantapkan persiapan Ujian tersebut adalah dengan melakukan kegiatan Persiapan UN dengan pembagian kelas untuk mengikuti test diagnostik awal dan pembagian guru pembimbing UN.
Sebagai langkah awal, Senin (23/01), bertempat di ruang perpustakaan diadakan kegiatan sosialisasi Teknik pengisian LJK dan alat-alat yang harus digunakan. Hal ini patut diperhatikan juga pada saat test UN berlangsung dalam mengisi LJK dibutuhkan ketelitian dan nggak boleh jorok juga dalam mengisinya. Kenapa? Karena LJK ini sangat sensitif banget, hasilnya itu dapat dilihat pada saat di-scan. Ucap Narasumber yang berasal dari Erlangga Pustaka yang merupakan Tim dari Bapak Hijrah Saputra. Dalam menghadapi UN hal terpenting yang harus diperhatikan adalah persiapan Alat Tulis, Memang alat tulis terdengar hal yang paling simple dibandingkan dengan yang lainnya. Tapi hal ini juga perlu diperhatikan, karena alat-alat tulis yang harus dipakai sesuai dengan kriteria untuk ujian. Hati-hati dalam memilih perlengkapan alat tulis juga, alat tulis yang dibenarkan untuk digunakan adalah Pensil 2B, membawa papan LJK, penggaris untuk membulatkan, rautan dan penghapusMembaca dan Mengapresiasi Puisi sebagai Karya Sastra pada Tema 5 PENGALAMANKU Kelas 2 Semester 2 tahun Pembelajaran 2018
Membaca puisi di depan kelas bukan selalu hal mudah dilakukan tanpa latihan dan tanpa usaha yang terus menerus. Mengganti pola tonal pada puisi yang biasa dipakai pada pembacaan puisi sejak jaman dahulu juga merupakan tantangan tersendiri.
Mengapresiasi pembacaan puisi juga sebuah hal yang berkaitan langsung dengan kemampuan menghargai orang lain dan diri sendiri dan mau merendahkan hati diam sejenak dan mendengarkan orang lain membaca puisi, setakmenarik apapun.
Pada pembacaan puisi kali ini, setiap siswa maju ke depan kelas untuk membaca puisi pilihannya yang sesuai dengan seleranya. Ditampilkan pada siswa cara membaca puisi melalui video yang disiapkan oleh guru, agar mereka mampu mengamati mana pembacaan puisi yang menarik dan apa yang menjadi faktor menarik dari pembacaan puisi tersebut.
It is art makes the life beautiful.
Kegiatan kami di pekan pertama masuk sekolah.
#Learning for Life
Ms. Dyan Widya Agustina
Wali Kelas 2 Umar bin Khattab
SD Islam Bunga Bangsa Samarinda
Mengapresiasi pembacaan puisi juga sebuah hal yang berkaitan langsung dengan kemampuan menghargai orang lain dan diri sendiri dan mau merendahkan hati diam sejenak dan mendengarkan orang lain membaca puisi, setakmenarik apapun.
Pada pembacaan puisi kali ini, setiap siswa maju ke depan kelas untuk membaca puisi pilihannya yang sesuai dengan seleranya. Ditampilkan pada siswa cara membaca puisi melalui video yang disiapkan oleh guru, agar mereka mampu mengamati mana pembacaan puisi yang menarik dan apa yang menjadi faktor menarik dari pembacaan puisi tersebut.
It is art makes the life beautiful.
Kegiatan kami di pekan pertama masuk sekolah.
#Learning for Life
Ms. Dyan Widya Agustina
Wali Kelas 2 Umar bin Khattab
SD Islam Bunga Bangsa Samarinda
Mengidentifikasikan Hak Siswa di Sekolah
by : Nurli Dwinata, S.Pd
Setelah anak-anak melakukan kewajibannya menjaga kebersihan lingkungan sekolah melalui kegiatan Jum'at Bersih, pembelajaran di kelas dilanjutkan dengan "Mengidentifikasikan Hak Siswa di Sekolah" melalui kegiatan diskusi dan menuliskan hasil diskusi dalam bentuk laporan.
Refleksi Pembelajaran sebagai Catatan Harian Guru di Kelas 2 Umar bin Khattab SD Islam Bunga Bangsa Samarinda
Sebelum pembelajaran berakhir, penting bagi guru untuk melakukan refleksi. Duduk bersama siswa dan mengumpulkan berbagai kesan dan komentar dari mereka tentang apa yang sudah mereka pelajari. Dari komentar dan kesan ini dapat dilihat berbagai hal termasuk keantusiasan dan sikap mereka terhadap materi atau kegiatan di hari tersebut.
Bentuk refleksi tidak melulu berbicara atau mengkomunikasikannya secara verbal. Pada siswa kelas rendah, mengungkapkan perasaan dan pikiran dapat melalui gambar dan coretan.
Pada beberapa gambar ini mereka menyampaikan banyak pesan sesuai dengan apa yang mereka rasakan. Pada satu gambar ada yang menggambarkan pembelajaran kelas dengan pengukuran papan tulis menggunakan meteran bangunan, di gambar yang lain adapula yang menggambarkan saat mengukur lingkar pohon, ada yang bercerita melalui gambar tentang bagaimana seorang desainer mengukur pakaian calon pelanggan.
Depiksi guru, saya, tidak melulu dan mutlak sama. Ada yang menggambarkan Ms Dyan dengan sepatu berhak tinggi dengan baju warna cerah, lipstik tebal dan potongan baju yang agak mini. Ada pula yang menggambarkan gurunya seperti pelatih senam dengan training pak dan sepatu olahraga. Pun ada yang menggambarkan gurunya seperti mengenakan pakaian gamis ala Arab yang penuh dengan blink blink dan warna yang menarik.
Melalui proses refleksi, guru dapat mengumpulkan informasi tentang apa yang mereka sukai dan tidak sukai, apa yang berat dan menyenangkan bagi mereka. Setiap anak mempunyai cara yang unik untuk menyampaikan apa yang menjadi kesan bagi mereka.
Where the world begins, a classroom.
#Learning for Life
Ms Dyan Widya Agustina
Walikelas 2 Umar bin Khattab
SD Islam Bunga Bangsa Samarinda
Sekolahku Awal Imajinasiku, Program Literasi Sekolahku
Salah satu program kerja perpustakaan untuk meningkatkan minat baca dan menulis anak-anak yaitu dengan menfasilitasi setiap lulusan untuk membuat karya tulis dalam bentuk Buku kumpulan Cerita pendek, Puisi, Pantun, dan gambar hasil karya mereka sendiri dengan Judul buku "Sekolahku Awal Imajinasiku".Membuat tulisan adalah menuangkan segala ide, perasaan atau pikiran tentang masalah yang diungkapkan dalam wujud bahasa berupa tulisan berdasarkan setiap kejadian. baik itu pengalaman pribadi atau karangan hayalan mereka. Kegiatan ini merupakan aplikasi pebelajaran membaca yang sudah menjadi bagian dari kurikulum sekolah dimana setiap siswa atau kelas disaat jadwal membaca wajib keperpustakaan untuk membaca dan meringkas bahan bacaan.
Sudah menjadi agenda rutin sekolah, setiap lulusan menghasilkan karya tulisan dalam bentuk antologi yang diberi judul "Sekolahku Awal Imajinasiku", makau bertempat diruang Perpustakaan Bunga Bangsa seluruh siswa(i) Angkatan ke 8 yang akan lulus dikumpulkan dan diberi waktu 2 jam untuk menuangkan imajinasi mereka kedalam bentuk cerita pendek, pantun, puisi dan gambar. tujuannya untuk menjamin keaslian karya mereka bukan hasil jiplakan karya orang lain.
Ada yang berbeda dengan siswa Angkatan ke 8, kebanyakan dari mereka sudah membuat cerita dalam bentuk cerpen, baik itu cerita imajinasi ataupun pengalaman pribadi mereka pada kehidupan sehari-hari baik dilingkungan keluarga, teman bermain maupun dilingkungan sekolah. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya yang kebanyakan dari mereka hanya menulis pantun, puisi dan menggambar.
Proses selanjutnya setelah melalui proses input dan editing, buku mereka akan dicetak, nantinya buku-buku ini akan dibagikan kepada mereka sebagai tanda mata kelulusan, bahwa mereka pernah membuat tulisan walaupun dalam bentuk sederhana. Kami mencoba berinofasi dengan membuat buku tahunan dalam bentuk yang lebih berisi dengan tulisan tangan mereka sediri.
Graphic Design for Education Training 2017 Bunga Bangsa Islamic School Samarinda. (Belajar desain dari NOL)
Graphic Design for Education Training 2017
Bunga Bangsa Islamic School Samarinda.
(Belajar desain dari NOL)
Sejak kemarin, hari Senin, 18 Desember sampai dengan 20 Desember 2017, kami mengikuti pelatihan membuat desain dengan Corel Draw dan Photoshop.
Di hari pertama kami diperkenalkan dasar-dasar huruf, makna warna, makna ikon dan fungsi-fungsi dari fitur yang tersedia pada Corel Draw dan Photoshop. Latar belakang kami yang bukan dari bidang IT, dan bisa dikatakan pemula (sangat) tanpa tahu sama sekali tentang membuat desain dan gambar adalah tantangan tersendiri. Tekad yang kuat dan semangat untuk bisa ilmu baru membuatku dan beberapa belas guru lainnya, bertempur dengan rasa bingung dan awam di awal pertemuan, untuk kemudian pelan-pelan mengurai rasa ketidaktahuan kami terhadap desain.
Membuat gambar sederhana, membuat sampul buku, membuat spanduk, membuat worksheet siswa dan membuat konten isian ilustrasi cerita adalah hal yang benar-benar kami tunggu. Tiga hari ini kami menyadari benar, mendesain bukanlah pekerjaan mudah, tapi bukan pula mustahil. Meskipun harus dengan ekstra kerja keras, hari ini kami belajar banyak sekali hal baru.
Februari kemarin aku belajar menulis, Desember ini belajar mendesain. Selalu ada hal baru untuk dimulai untuk dipelajari dan dibagikan sebagai ketaklukan pada ilmu yang bermanfaat. Semoga selalu istiqomah kami semuanya untuk terus belajar dan berbagi. Semoga menjadi jembatan jariah.
Photo taken by Dyan Agustina Ali
Venue. Kampus Pondok Bunga Samarinda
Buat Murid Jatuh Cinta
Ibu Dyan Widya Agustina Berkesempatan membagikan tips dan trik Bagaimana mengajar di kelas dan melihat materi biasa dengan pendekatan tak biasa. Tujuannya agar apapun yang diajarkan melekat kepada anak sepanjang hayat.
Photo Oleh : Bunda Fita Rosalina
Bulan Imunisasi Anak Sekolah - BIAS Puskesmas Temindung di Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa Samarinda
Bulan Imunisasi Anak Sekolah - BIAS Puskesmas Temindung di Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa Samarinda, November 2017.
Siapa yang tak takut jarum suntik? Melihatnya saja mungkin enggan dan takut, apalagi membiarkan barang tajam itu menancap ke tubuh. Ada ketakutan akan rasa sakit yang mungkin muncul pada saat suntik dan sesudahnya. Itu yang kuamati dari siswa-siswiku kemarin pagi. Berbagai macam ekspresi dari anak-anak yang sebetulnya menjadi bahan pelajaran menarik bagi dewasa sepertiku. Ada yang santai, ada yang tegang.
24 dari jumlah siswaku yang 26 orang ikut serta dalam BIAS tahun ini, aku sangat berterimakasih pada orangtua mereka yang mengijinkan dan membuat kami bisa terlibat secara langsung membentengi kesehatan anak-anak usia sekolah dari penyakit difteri, tetanus dan pertusis (batuk rejan). Suntikan DT yang diberikan kepada siswa kelas 2 di usia 6-8 tahun adalah suntikan perlindungan awal dari penyakit difteri, tetanus dan pertusis. Setelah mereka berusia lebih dari 10 tahun suntikan serupa bisa diberikan kembali dalam bentuk suntikan TD untuk menguatkan proses perlindungan.
Semoga menjadi anak-anak yang sehat lahir batinnya, jiwa raganya dan istiqomah bermanfaat bagi orang lain.
Learning for Life
Ms Dyan Widya Agustina with Ms Bela Amaliya Ilyas.
Walikelas 2 Umar bin Khattab
Sekolah Dasar Islam Bunga Bangsa Samarinda
Langganan:
Postingan (Atom)


















