English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Cari Postingan

Green School Sekolah Islam Bunga Bangsa Samarinda



Yayasan Bunga Bangsa berada pada lokasi yang cukup strategis dan representatif. Berdiri di areal kurang lebih 10 ha berada di antara taman bunga yang asri memberikan nilai plus terhindarnya dari polusi udara (Konsep Sekolah yang Green School)

Ketenangan yang tercipta di areal pondok bunga bangsa merupakan faktor penunjang ketenangan siswa dalam belajar. Taman dan gazebo yang luas memberi keleluasaan siswa untuk bermain sambil belajar.

Penataan Lingkungan Sekolah menjadi Green School  dapat menciptakan suasana yang asri, sejuk, bersih, sehat dan dapat mendukung proses pelaksanaan HBS (Hijau, Bersih, Sehat). Pentingnya penghijauan Untuk mengurangi peristiwa global worming sangat penting bagi sekolah selain menyejukan udara di sekitar nya,dapat juga memperindah pemandangan.  Untuk itu Ibu Weni Herera, S.Pd menyusun Program Green School agar implementasi Sekolah Hijau itu sendiri berjalan disekolah tidak hanya slogan semata.

Penghijauan tidak hanya menanam pohon saja,dengan membersihkan setiap ruangan dan lingkungan sekitar sekolah serta membuang sampah pada tempat nya juga termasuk penghijauan.

Mewujudkan konsep lingkungan dengan go green community harus dimulai dengan kesadaran pribadi agar prosesnya dapat berkelanjutan untuk jangka panjang. Oleh karena itu, penerapan kesadaran akan gaya hidup hijau sebaiknya diterapkan sedini mungkin. Salah satu cara efektif untuk melakukannya adalah lewat pendidikan di sekolah, dimana sebagian besar anak melewatkan waktu mereka dalam sehari untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar selain rumah. 

Dalam penerapan konsep hijau ini, hal yang penting untuk diterapkan adalah rasa keterlibatan anak terhadap setiap kegiatan yang berkaitan serta pengetahuan akan manfaat dari menerapkan konsep hidup hijau.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menanamkan kesadaran akanlingkungan dengan go green concept:
  • Membuat tempat-tempat sampah yang dipisahkah antara sampah organik dan non organik. Selain itu, sampah non organik pun bisa dipisahkan lagi menjadi sampah plastik, kertas, beling dan logam. Hal ini dilakukan sembari menanamkan pentingnya pengelompokan sampah dalam proses daur ulang.
  •  Meluangkan paling tidak beberapa jam dalam seminggu untuk mengajak murid-murid berkebun dan menanam berbagai tanaman seperti bunga, tanaman obat sederhana atau tanaman pengusir nyamuk. Jangan lupa membuat giliran untuk merawat kebun tersebut serta tanamkan kesadaran akan manfaat penghijauan.
  • Menyelipkan program sadar lingkungan dalam kegiatan belajar mengajar dan ekskul, misalnya dengan menyelipkan proyek pembuatan kompos dalam pelajaran IPA atau daur ulang kertas bekas yang diperoleh dari kegiatan belajar mengajar. Hasilnya dapat digunakan untuk membeli sesuatu demi kepentingan murid-murid atau sekolah.
  • Jika ada pelajaran prakarya, ajak murid-murid untuk membuat sesuatu dari barang bekas seperti kertas koran bekas, majalah bekas, gelas plastik bekas dan sebagainya. Jangan lupa untuk menjelaskan mengapa lebih baik menggunakan barang bekas jika memungkinkan.
Menanamkan kesadaran akan pentingnya memiliki lingkungan dengan go green conceptharus dilakukan secara bertahap dan konsisten. Akan tetapi, jika dimulai dari tahapan dini seperti di lingkungan sekolah, kesadaran akan konsep tersebut akan lebih mudah tertanam dan terus diingat oleh seseorang hingga ia dewasa.



Baca Juga :
Tanamkan cinta lingkungan siswa TK di Samarinda diajak Berkebun
Kesadaran Buang Sampah diajarkan sejak Dini