English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Cari Postingan

Kumpulan Puisi buku "Sekolahku Awal Imajinasiku"

Sekolahku Awal Imajinasiku
Buku Karya Anak-anak SDI Bunga Bangsa Angkatan I
 Kumpulan Puisi  Bunga Bangsa

Kau Sekolahku.. yang paling bersejarah
Banyak kawan kudapatkan disini
Sekolahku… aku tak sanggup
meninggalkanmu…
Banyak teman yang baik  dan
guru yang sabar menemaniku…
Terima kasih bunga bangsa….

                                      Deviyna Yuli  Mulida, siswa 6 kahayan

Bunga Bangsa.... sekolahku tercinta...
Tak kuat aku meninggalkanmu, menetes air mata dipipi...
Enam tahun aku berjuang
Tuk membanggakan sekolah dan orang tuaku

ku ingin tetap di Bunga bangsa
tapi itu tak mungkin lagi....
kuucapkan terima kasih
SD Islam bunga bangsa ku.....

Benny Jawase, Siswa 6 Barito



Bunga Bangsa…
Banyak kenanganku denganmu
Dari kelas 1 hingga kelas 6
Yang tak bisa kulupakan hingga sekarang
Bunga Bangsa.,..
Teringatku akan kenangan indah
Yang takan pudar dari dalam hatiku
Namamu terpatri indah
Takkan lekang terhapus waktu


Bunga Bangsa…
Taklama lagi aku meninggalkanmu
Meninggalkan Bangku Sekolah Dasar
Bunga Bangsa tercinta...

Finualla Lovenka, Siswa 6 Kapuas

 
Puisi Untuk Sahabat

Temanku…
Saat aku sedih kau selalu menghiburku
Saat aku senang kau selalu menemaniku

Temanku…
Kita telah lama bersama
Tlah banyak cerita hidup yang mengiringi kita….

Temanku….
Sebentar lagi kita akan berpisah
Ssebentar lagi takkan seperti dulu lagi…
Aku ingin lebih lama bersamamu…
Tapi waktu yang memisahkan kita…
Aku berharap kita kan bertemu lagi…
Dan…. saat itu kita semua sudah sukses dalam cita-cita

Temanku…
Selamat tinggal kuucapkan
Terima kasih kau telah menjadi teman terbaikku
Kan ku kekang slalu didalam hatiku
Selamat jalan… temanku…..

                            Ersavania Firsty Amada, Siswa 6 Kapuas



 Sahabat…..
Kau membuat hidupku senang
Kau menemaniku saat suka dan duka
Kau membuat hari-hariku bahagia
Kau segalanya bagiku…
Hidup kita jadi berwarna karena persahabatan ini…

Sahabat….
Walau waktu dan usia akan memisahkan kita…
Jangan lupakan aku tuk selamanya
Hingga dewasa nanti….

                                         Siti Fitri Aribah N, Siswa 6 Kahayan


Sobatku ,

Disekolah inilah  kau dan aku bertemu,
kau dan aku bersama, kau dan aku mmeulai persahabatan
disinilah… kisah persahabatan kita tertulis…
sedih dan senang kita lalui bersama
dengan senyuman dan tawa riang kita
6 tahun bersamamu ….
Tak ingin kulepaskan.. dengan air mata kesedihan yang mendalam
Tak selamnya persahabatan ini slalu bersama
Tak selamanya kau dan aku berpegang erat..
Tak selamanya kau dan aku bertatap wajah…
Tak selamanya kita menghabiskan waktu bersama

Namun….
Aku tak akan jauh meninggalkanmu
Namamu kan slalu terukir indah dihatiku…
Tak akan kulupakan dirimu…
Hingga ajal menjemput diriku

Shenindia  Anissya  SR, , SIswa 6 Kapuas

Sahabat…

Semua orang pasti memiliki sahabat
Tanpa sahabat hidup kita terasa hampa
Sahabat sangat penting bagi semua orang..
Karena sahabat bagian dari hidup kita…

Sahabat slalu ada disamping kita
Sahabat slalu ada saat kita membutuhkannya…
Sahabat menyayangimu… tapi dia bukan kekasihmu
Tak ada ikatan darah denganmu…..
Marah seperti ayahmu, Perduli seperti Ibumu…..
Menyayangi seperti kakakmu, menyebalkan seperti adikmu…

Kata Ustadz Widayadi  “Sahabat tak mengenal Miskin & Kaya”
Kata Ustadz Dany “Shabat slalu ada saat kita butuhkan”
Kata Ustadz Imam “Ada pertemuan pasti ada perpisahan”

Frizka Amartia Dwita, Siswa 6 Kahayan

Teman……

Kau adalah orang yang baik hati
Kau adalah orang yang aku sayangi
Kau adalah orang yang kutakuti
Kau seperti saudaraku….

Temanku…
Walau waktu akan memishkan kita
Dihati kita kan slalu bersama
Untuk selamanya….
                                                                                                                                 
Muhammad Dzauqy, Siswa 6 Barito
Puisi tentang Guru

Guru, kau memberi pelita padaku
Kau adalah pahlawan tanpa tanda jasa
Tanpamu… apa jadinya aku ini
Kau memberi kami pelita tanpa pilih kasih

Guru…
Kau memberi jembatan ilmu padaku
Kau memberi pelita dalam hidup
Kau menyayangi kami secara tulus, ikhlas dan sabar
Jasamu akan selalu aku kenang dlam hidupku
Guru.. do’ku semoga kelak engkau menjadi penghuni surga

 Leonardo Aditya Gunawan, Siswa kelas 6 Barito

Guru

Guru……….
kau telah mengajarkanku tentang hal yang baik,
kau pembimbing dan penyelamat ilmuku
kau tak pernah mengeluh
Dari terbit fajar hingga sore menjelang
Dengan sabar kau mendidik kami
kau sangat berjasa besar
kau adalah pahlawan tanpa tanda jasa
                                               

Niryasa, Siswa  6 Barito
Oh guruku….

Kau adalah orang tua keduaku
Kau mengajariku bayak hal
Tanpamu aku tak bias melakukan banyak hal
Kau menjadi inspirasi dalam hidupku

Oh guruku….
Maafkan aku…
Aku tlah membuatmu marah,
Aku tlah membuatmu kesal
Sekali lagi maafkan jika aku telah menyakitimu

Oh guruku….
Terima kasih atas jasamu
Yang telah mengajariku segalanya….
Kau sangat ku butuhkan…

Guruku….
Terima kasih atas segala maaf yang telah kau berikan…
Terima kasih atas rasa sayangmu padaku….
Sepeerti anakmu sendiri….
Terima kasih….. guruku….

     Husna Nadhilla, Siswa kelas 6 kapuas           

Oh guru….

Kau memberikan kami harta yang tak ternilai harganya
Hari demi hari kau jalani dengan tulus
agar kami bahagia dimasa depan kelak.

oh guru
Tak akan kulupakan semua jasamu
yang mendidikku selama enam tahun
dan yang menemaniku selama bersekolah

oh guruku...
kau adalah pahlawan terbesar bagiku
kau telah memberiku berjuta ilmu yang tak ternilai
sungguh kau adalah orang yang tulus dan ikhlas dalam memberi ilmu

                      M. Rafly Martawidjaya, Siswa 6 Mahakam

Guruku....

saat pagi menjelang tlah sandang tasmu
kau datang membawa berjuta ilmu dibenakmu
untuk diberikan kepada kami

guruku...
jasamu begitu besar,
bagaikan gunung Everest
yang dingin dan lembut seperti salju
bagaikan samudera Pasifik
yang membentang luas ilmunya

guruku...
takkan kulupakan jasa-jasamu...
takkan kulupakan senyumanmu...
takkan kulupakan kesabaranmu...
semua melekat abadi disanubariku....
                                                                                                                                          Ilham mashabi, 6 mahakam

                                       

Puisi Perpisahan

Pertama Kubertemu, Kutak mengenal siapun
Semakin lama…, semakin kurasakan  kebahagiaan.
Kita telah bersama selama 6 tahun…
Dan tibalah saat perpisahan itu….
                                                                                               
Gita  Bonita, Siswa 6 Kahayan
Perpisahan yang menyedihkan
Akan selalu ada dalam kehidupan
Kita harus siap menghadapinya dengan senyuman
Dan ikhlas melepas yang kita sayangi

Berat memang terasa berat,,
karena dia adalah bagian kehidupan kita...
tapi itulah takdir yang sudah ditetapkan Allah
manusia hanya menjalani
dan menerimanya dengan ketabahan dan kesabaran

Ayu Salsa Rahima, Siswa 6 Kahayan


Saatnya Perpisahan itu…. 

Teringat enam tahun yang lalu...
bercanda tawa bersama
belajar menggapai cita bersama

kini tiba saat berpisah, waktu tak dapat diulang kembali
walau aku bukanlah teman yang sempurna
kan kukenang kalian selalu....

Muhammad Bimo, 6 Mahakam

Pantun Perpisahan

                            Jalan-jalan ke Kalimantan
                                     Beli sayur di Pasar Pagi
                                              Sebentar lagi perpisahan
                                                         Janganlah bersedih hati

                                        Alda Petronela D.T, Siswa 6 Kahayan

                                     Mari kawan ambil rambutan
                         Walau kelat di buang jangan
             Sebentar lagi perpisahan
Jauh dimata, dihati jangan

Zahratan Nurlaila, Siswa 6 Kahayan

Kebersamaan Ini..

Awal  ku menapakkan kakiku
Di sekolah tempat aku menuntut ilmu
Disna disudut gedung bercat putih
Tampak seorang lelaki melambaikan tangan…
Apakah dia yang akan mendampingi aku…
Apakah dia yang akan membantuku….
Untuk bisa membaca dan menulis….

Tahun demi tahun berganti
Hingga aku duduk dibangku kelas enam
Tak terasa sudah sejauh ini aku melangkah
Dan tak terasa kebersamaan ini akan berakhir

Kebersamaan 6 tahun ini sangatlah singkat
Tapi aku harus menjalaninya…
Harapku semoga kebersamaan ini takkan terlupakan……
                                                                               Namira Ananda Putri, Siswa 6 Kapuas

Selamat Tinggal Kawan

Dahulu kita sering bercanda tawa bersama…
Dahulu kita selalu belajar bersama untuk menggapai cita
Dahulu kita sering bersedih dan bercanda bersama
Itulah kenangan kita yang terukir bersama

                Kawan.. roda kehidupan terus berputar
                Tak terasa kita akan berpisah
                Kawan… kukan slalu mengingatmu

Perjalanan hidup kita masih panjang
Janganlah berhenti sampai disini
Marilah kita raih cita-cita bersama

                Kawan.. kelak jika dewasa nanti
                Janganlah memutus tali silaturrahmi
                Kan terus kuingat hari ini
                Hari saat kita akan berpisah
                Selamat tinggal kawan…..

M. Bimo Rasendriya, Siswa 6 Mahakam

  
Allah

Allah Adalah Tuhanku…
Allah tempat kita mencurahkan hati
Allah adalh tempat perlindunganku
Allah adalah tempatku mengadu
Allah yang menciptakan kita
Allah yang Memberikan kita Rizki
Allah yang memberikan kekuatan dalam menjalani segala rintangan

Suatu hari… kita akan kembali kepada Allah

Putri Yunitasari Santoso, Siswa 6 Kapuas

 Kemarau

Kala subuh tlah tiba, angin berhembus semilir
Menembus kisi-kisis jendela kamarku
Dinginnya menusuk tulang
Apakah ini suatu pertanda… Akan tibanya musim kemarau
Meninggalkan musim hujan, Yang entah kapan akan kembali
Kemarau…Janganlah terlalu terik….
Kasihan para petani… Karena lahannya akan kering….

M. Fabian Arbie, Siswa 6 Barito



Hujan

Hujan…. Kau membasahi seluruh dunia
Dari desa, kota hingga belahan dunia lain…
Hujan…. Jika kau tak ada…
Pohon-pohon semua pohon tak kan tumbuh dengan suburnya

Hujan aku tahu bukan kau yang menjadikan bumi ini banjir..
Tapi ulah manusialah keadaan menjadi banjir…

  M. Aufar Kasandi, Siswa 6 Mahakam


Bendera Bangsaku

Bendera Bangsaku, berkibar diangkasa
Bagai elang menguasai udara
Memiliki makna dan arti yang luar biasa
Merah tanda Berani, berani membela kebenara
Putih tanda suci, Suci dalam bertindak
Indonesia.. Aku bangga kepadamu…
Hingga akhir hayatku…..

M. Ichsan Hasonangan, Siswa 6 Mahakam

Sesal

Andai waktu bisa berputar kembali
Tak ada kesalahan yang terjadi
Waktu bagaikan orang mati
Yang diharapkan  bias hidup kembali
            Jika bumi ini berhenti
             Entah apa yang terjadi
             Jika kesalahan tak dipelajari
             Kapan sukses akan terjadi


Caesar Hendra Fadillah, Siswa 6 Mahakam  



Call Me Tsunami 

Call me Tsunami…
Meraung-raung didasar lautan
Aku datang sebagai bencana
Meratakan semua yang ada didepanku

Call me Tsunami…
Aku datang menghampirimu
Karena perbuatanmu sendiri
Kau menyingkirkan Tuhan-mu……
Call me Tsunami….
Aku datang padamu
Bukan karena kehendakku
Tapi itu perintah dari-Nya

Call  me Tsunami…..
Ingatlah, aku akan kembali padamu
Jika kalian alpha pada-Nya….
                                                                              Rifqi Akbar Darmawan, Siswa 6 Mahakam

              

Kabut di Jazirah  Arab

Lihatlah awan hitam….
Irak, Israel, Afganistan dan Palestina
Warnanya sangat pekat, kelam dan menyedihkan
Aku melangkah ke medan perang
Untuk melawan Yahudi….

Lamat…lamat terdengar…..
Allahu Akbar….. Allahu Akbar…….
Aku melihat banyak darah bersimbah
Temanku gugur di medan perang dan orang tuaku terkubur
Kuasakan peluru menembus dada
Orang syahid dan suara tembakan dimana-mana
Ya.. Allah….
Tolonglah kami , Tolonglah kami………

M. Fachri  Amini, Siswa 6 Mahakam


Narkoba Kado Setan

Narkoba Kado setan…!, Kado  Istimewa dari Neraka..!
Banyak  dan amat banyak, dari dulu hingga kini…..
Merapuh tulang para pemuda,  tak kenal tua
Merusak darah para pemuda, merusak akal pikir para belia

Ridho Afifuddin, Siswa 6 Barito



Tentara Indonesia

Tentara Engkaulah pelindung nagara
Dibarisan terdepan kau menyerang musuh
Selalu dan selalu terdepan dalam menyelamatkan Republik ini

Tentara… kau tak pernah mengeluh
Walau kaki tertembus peluru
Kau tak pernah gentar melindungi kami
Walau nyawa menjadi taruhannya
Engkau tetap bertugas demi Negeri ini…

Tentara… walau garang …..
kau juga pandai menghibur kami

Muhammad  Abdan Novanda, SIswa 6 Barito



Kapuas Kelasku 

Kelas Kapuas
Kau adalah kelas yang terbaik bagiku
Kebersamaan kita slalu ada
Kita saling melengkapi
Jika sedih kita semua sedih
Jika bahagia kita semua bahagia

Kapuas….
Tak lama lagi kita kan berpisah
Hanya beberapa bulan lagi kita bersama
Rasanya masih ingin bersama..
Kapuas ….
Jika nanti ku meninggalkanmu
Jangan lupakan aku…
Akupun takkan melupakanmu
Dan kupinta kebersamaan ini tetap terjaga
Terima kasih kapuas…
Atas segala yang tlah kau berikan.
                                                                                                                  Sausan Nabila, Siswa 6 Kapuas

   

Ayah dan Bunda ku…

Dari kandungan hingga aku terlahir
Kau sayangi aku dengan penuh kasih
Tak lelap tidurmu karena tangisku
Tak enak makan mu karena sakitku
Bersimbah peluh kau mencari nafkah
Semua demi aku anakmu
Kau rela menukar kebahagiaanmu
Demi kesenanganku….
Terima kasih ayah…, terima kasih bunda…
Jasamu tiada akhirnya…..

Fachriz Fadillah, Siswa 6 Barito