English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Cari Postingan

Petisi Tolak Buang Pegawai Bermasalah ke Perpustakaan



Berita yang dimuat salah satu surat kabar mengenai guru bermasalah yang “dibuang” ke perpustakaan sontak mengagetkan APISI (Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia). Intinya adalah Kasus pemindahtugasan guru bermasalah menjadi petugas perpustakaan sekolah.” Tentu saja ini membuat tersinggung para pustakawan sekolah dan perpustakaan sekolah dimana-mana. APISI pun merasa perlu untuk tidak tinggal diam. Jadilah sekarang mereka melakukan protes dan menolak kehadiran “Guru-guru bermasalah” sebagai tenaga perpustakaan.


Melalui website dan jejaring sosial Facebook, mereka berencana mengirim Surat Protes Atas Kebijakan yang Memberi Citra Buruk Perpustakaan Sekolah kepada Mendikbud dan PERPUSNAS dan membentuk group mengenai ini, di FB Solidaritas Pustakawan Tolah Penempatan Pegawai Bermasalah di Perpustakaan. Silahkan klik link-link itu untuk mempelajari lebih lanjut, dan bergabung bersama mereka. Yuk kita dukung aksi ini karena ini bukan semata-mata menolak sang guru yang bersangkutan, tapi ide menjadikan Perpustakaan sebagai tempat sampah benar-benar tidak bisa diterima.

Pada Selasa, 4 April 2012, sekitar 176 pustakawan dan lembaga-lembaga profesi perpustakaan mengirimkan petisi “Hentikan Tradisi Kebijakan Penempatan Pegawai Bermasalah di Perpustakaan” ke ke Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI (Bapak Muhammad Nuh) dan Kepala PNRI (Ibu Sri Sularsih).

Inilah isi petisi selengkapnya:

Untuk kedua kalinya, citra perpustakaan sekolah diperburuk oleh kebijakan penempatan guru bermasalah di perpustakaan sekolah. Kasus terbaru di SMPN 26 Purworejo seperti yang diberitakan oleh Harian Suara Merdeka, 18 Maret 2012 dengan judul “Guru Pemukul Siswa Dibebastugaskan Mengajar”.

Dalam berita tersebut Kepala Dinas P dan K Kabupaten Purworejo,menyatakan bahwa guru berinisial Ar yang melakukan penganiayaan terhadap siswa SMPN 26 Purworejo untuk sementara dibebastugaskan dari mengajar dan untuk sementara menjadi petugas perpustakaan.
Tahun 2009, kasus yang sama terjadi di SMP Negeri 79 Jakarta, seperti yang dimuat di Koran Tempo pada tanggal 19 Januari 2009 dengan judul “Guru Penganiaya Siswa DipindahTugas”.
Menyikapi kasus-kasus tersebut di atas, kami dari berbagai asosiasi pustakawan, lembaga-lembaga pendidikan Ilmu Perpustakaan & Informasi, lembaga-lembaga Perpustakaan Umum,Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi, dan Perpustakaan Khusus dari berbagai daerah di Indonesia serta pustakawan-pustakawan dari berbagai penjuru Nusantara bersama Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI) sebagai lembaga pengembangan kepustakawan sekolah Indonesia menyampaikan keberatan terhadap kebijakan-kebijakan penempatan pegawai bermasalah di perpustakaan.

Kebijakan penempatan tersebut bertentangan dengan Pasal 23 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan yang menyebutkan bahwa, ”Setiap sekolah/madrasah menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan”.
Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, khususnya Pasal 35 mengatur tentang Tenaga Kependidikan. Ketentuan tersebut juga memuat tentang Tenaga Perpustakaan. Ketentuan inilah yang kemudian diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 25 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah.
Rujukan hukum tersebut memuat ketentuan bahwa Tenaga Perpustakaan Sekolah memilikikompetensi-kompetensi tertentu, yang bukan saja kompetensi teknis melainkan juga kompetensi sosial.Berdasarkan konsideran-konsideran di atas, APISI berpendapat bahwa kebijakan penempatan pegawai bermasalah di perpustakaan bertentangan dengan ketentuan hukum. APISI juga hendak meluruskan pernyataan Kepala Dinas P dan K Kabupaten Purworejo yang menyatakan bahwa sanksi bagi pegawai bermasalah (guru yang memukul siswa) adalah penempatan di perpustakaan.Pernyataan tersebut memberi citra buruk bagi perpustakaan sekolah yaitu sebagai tempat penghukuman.
Melalui surat ini pula, APISI hendak memberitahukan kepada seluruh masyarakat bahwa fungsi perpustakaan sekolah bukanlah sekadar tempat menyimpan buku, apalagi tempat pemberian hukuman. Perpustakaan sekolah mempunyai fungsi dinamis menyangkut ketersediaan dan pengelolaan sumber informasi di sekolah dalam upaya menciptakan pembelajar seumur hidup yang mandiri dan beretika. Sekolah sebagai tempat mencari ilmu, selayaknya memiliki sumber-sumber informasi, yang memadai, yang dapat memfasilitasi kebutuhan siswa dalam proses belajar mengajar.
Oleh sebab sedemikan, perpustakaan sekolah harus dikelola oleh tenaga yang memiliki kompetensi di bidang pengelolaan perpustakaan dan informasi.
Kebijakan-kebijakan penempatan pegawai bermasalah di perpustakaan merupakan bentuk kurang pahamnya para pengambil kebijakan di instansi-instansi yang mengelola bidang pendidikan tentang fungsi perpustakaan sekolah serta standar perpustakaan sekolah sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 25 Tahun 2008. 
 
Kasus ini, selain memberi citra buruk terhadap perpustakaan sekolah juga merupakan pelecehan terhadap profesi pustakawan.Kami dari berbagai asosiasi pustakawan, lembaga-lembaga pendidikan Ilmu Perpustakaan &Informasi, lembaga-lembaga Perpustakaan Umum, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi, dan Perpustakaan Khusus dari berbagai daerah di Indonesia serta pustakawan-pustakawan dari berbagai penjuru Nusantara bersama APISI berharap di masa mendatang kasus-kasus serupa tidak terjadi lagi di sekolah-sekolah lain serta di semua jenis perpustakaan di Indonesia.


Surat pernyataan ini didukung oleh:
  1. AC Sungkana Hadi (Pustakawan Utama Universitas Cendrawasih)
  2. Acep Muslim (Pustakawan AKATIGA Bandung)
  3. Achmad Djunaedi (Pustakawan PUSTAKA, Bogor)
  4. Ade Heri Wibawa (Pustakawan SDN 2 Klampok Banjarnegara)
  5. Adi Prasetyawan (Pustakawan UPN Veteran Jatim)
  6. Aditya Nugraha (Perpustakaan UK Petra Surabaya)
  7. Ahmad Subhan (Pustakawan IRE Yogyakarta)
  8. Ahmadul Fajri (Riau)
  9. Akhmad Syaikhu (Pustakawan PUSTAKA Bogor)
  10. Ali Minanto (Pustakawan PolGov UGM)
  11. Amy Lee (Pustakawan SMAN 3 Metro-Lampung)
  12. Andang Liestyarini (Ujungberung)
  13. Andres Amrulloh, S.Sos. (Bogor)
  14. Andya Nur Cahyono (Pustakawan Unindra)
  15. Any Fauzianie (Bandung International School)
  16. Arie Nugraha (Dosen IP&I UI)
  17. Arief Budiman (Alumni IP&I UNPAD)
  18. Arif Surachman (Pustakawan FEB UGM)
  19. Aris Maulana (Mahasiswa IP&I UI)
  20. Arman Kurniadi (Jakarta)
  21. Arsidi Ahmad (Pustakawan Sekolah Teladan, Pengurus ATPUSI Yogyakarta)
  22. Asbahul Pajri Taslim (Pustakawan Universitas Dehasen Bengkulu)
  23. Asep Saeful Rohman (Dosen IP&I UNPAD)
  24. Bagus Ramdan (Konsultan Perpustakaan, Bandung)
  25. Bambang Murdianto (Ungaran)
  26. Bambang Setianto (Bojonegoro)
  27. Banu Susanto (Pustakawan UNIMED)
  28. Basya Zia (SDIT Luqman Hakim Yogya, Pengurus ATPUSI Kota Yogya)
  29. Bayu Setya Pambudi, A.Md. (Yogyakarta)
  30. Bondhan Endriawan (Pustakawan Univ. Negeri Trunojoyo Madura)
  31. Christina Retno (Pustakawan, Bekasi)
  32. Christina Tulalessy (Jakarta)
  33. Christine Sadeli (Pustakawan Global Prestasi School, Jakarta)
  34. Daud Saputra (Depok)
  35. Dewi Apriliani (Bandung)
  36. Dewi Puspitasari (Pustakawan UNAIR)
  37. Dhama Gustiar Baskoro (Pustakawan UPH)
  38. Dicky Ermandara (Sumedang)
  39. Didik Witono (Surabaya)
  40. Dimas Rizky Prasetio (Librarian Ruang Depan Gallery S.14)
  41. Dimas Wahyu Nugroho (Pusat Dokumentasi HAM UBAYA)
  42. Dina Isyanti (Pustakawan, Jakarta)
  43. Dindin Catur Nur Putrianti (INTI College Indonesia)
  44. Djoko Prasetyo (Purwokerto)
  45. Dwi Novita Ernaningsih (Pustakawan UM)
  46. Elfian Sumendap (Perpustakaan STA Tiranus, Bandung)
  47. Elisabeth Sondang (Associate Librarian – JIS)
  48. Endang Ernawati (Library and Knowledge Center Bina Nusantara University)
  49. Endang Fatmawati (Kepala Perpustakaan FEB UNDIP)
  50. Endang Fitriyah (Surabaya)
  51. Endang Gunarti (Surabaya)
  52. Endhar Priyo Utomo (Semarang)
  53. Erizt Putra Kelana (Alumni IP&I UIN Sunan Kalijaga)
  54. Etin Sumiyati (Sekretariat Wakil Presiden RI)
  55. Evalien Suryati (Salatiga)
  56. Fahma Rianti (Pustakawan STEI SEBI Sawangan Depok)
  57. Firman Edi (ATPUSI Riau)
  58. Francisca Messakh (Sekolah Pelita Harapan Karawaci)
  59. Galuh Paramita Swasti (Pustakawan UDINUS Semarang)
  60. Halima Bustami (Pustakawan UNJ)
  61. Hamid Mahmud Marrancang (Perpustakaan STAIN Parepare)
  62. Hanna Latuputty (Pengurus Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia – APISI)
  63. Hartanto (Sidoarjo)
  64. Hendriyanto (Kulonprogo)
  65. Heni Feviasari (Pustakawan STEI Tazkia)
  66. Heri Kurniawan (Pustakawan SMAN 1 Lendah Kulonprogo DIY)
  67. Heriyanto (Pengajar Ilmu Perpustakaan di Semarang)
  68. Herlina (UPT Perpustakaan IAIN Raden Fatah, Palembang)
  69. Hertanto Eko, A.Ma.Pust (Pustakawan SD di Kab. Tegal)
  70. Hijrah Fitriani (Pustakawan RSUP Fatmawati Jakarta)
  71. Hilda Putong (Librarian, Head of Research Center Ssttintim Makassar)
  72. I Gede Edy Purwaka (Staf Unit Capacity Development, Yayasan SATUNAMA Yogyakarta)
  73. Ika Wulandari (Bandung)
  74. Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII)
  75. Imelda Nuralam Pakpahan (Pustakawan di Kementerian Kelautan dan Perikanan)
  76. Imron Rosyadi (Pustakawan IAIN Walisongo Semarang)
  77. Information Resource Center (IRC) Jakarta
  78. Irman Siswadi (Pustakawan UI)
  79. Iskandar Said (Pustakawan Unhas Makassar)
  80. Ismawati Setyaningsih (Pustakawan, Bekasi)
  81. Jajang Burhanudin (Pustakawan UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
  82. Jazimatul Husna Arba’i (Pustakawan FTM TL UPN ” V” Yogyakarta )
  83. Joko Bangun Nugroho (Pustakawan SDN Kabuaran, Prb, Kbm)
  84. Jumadi (Grobogan-Purwodadi)
  85. Jurusan Ilmu Informasi & Perpustakaan Fikom UNPAD
  86. Kalarensi Naibaho (Pustakawan UI)
  87. Kemala Widya Paramita (Jakarta)
  88. Klub Perpustakaan Indonesia (KPI)
  89. Kurnia Utami (Perpustakaan UMS)
  90. Latifah Wahyuni (Pustakawan SMPN 7 Magelang)
  91. Leilla Claudya (Surabaya)
  92. Lenny Florida Sitanggang (Pustakawan Sekolah Medan)
  93. Lenti Sitorus (Pustakawan Khusus – Jakarta)
  94. Lesdi suryadi said,S.IP, (Pustakawan SMAN 9 Kota Tangerang Selatan)
  95. Lilies Fardhiyah (Bogor)
  96. Lis Setyowati (FT UNDIP)
  97. Lukman Budiman (Bogor)
  98. Lulu Lucyana (Jakarta)
  99. Luthfianti Makarim (Pustakawan, Jakarta)
  100. M. Harfano A (Pustakawan SMP/SMA Sutomo 1, Medan)
  101. Mamok Suparmo Paulus (Yogyakarta)
  102. Mariyah (Pustakawan UI)
  103. Maryani Septiana (Pustakawan Poltek Batam)
  104. Maryulisman (Pustakawan UIN Jakarta)
  105. Mat Sjafii (Pustakawan Unair)
  106. Melkion Donald (Pustakawan Baperpusip Prov. Jatim)
  107. Minanuddin (Forum Perpustakaan Khusus)
  108. Misbah Munir (Banjarmasin)
  109. Mochamad Ariyo Faridh Zidni (Pustakawan Konsultan/Independen/ Jakarta-Bogor)
  110. Moh Rif’an SIP (Pustakawan MAN 2 Madiun)
  111. Mohamad Aries (Depok)
  112. Mohammad Luthfil Hakim (Pustakawan Fak. Saintek UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
  113. Muhammad Tawwaf, S.IP.M.Si (Pustakawan UIN Suska Riau & Ketua PD IPI Riau)
  114. Mujaini (Pustakawan Inspektorat Jenderal Kemenkeu)
  115. Munawaroh (Perpustakaan STIE Perbanas Surabaya)
  116. Murad Maulana (Pustakawan Bapusda Kab. Indramayu)
  117. Muraro Bidami (Mahasiswa IP&I IAIN Raden Fatah Palembang)
  118. Murtini Pendit (Pustakawan Senior)
  119. Mustika Wati (Jakarta)
  120. Musyawarah Kerja Pengelola Perpustakaan Sekolah (MKPPS) Kota Metro-Lampung
  121. Mutri Batul Aini ( Pustakawan Ditjen Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum,Jakarta)
  122. Nasirullah Sitam (Alumni IP&I UIN Sunan Kalijaga)
  123. Neni Trisnawati (Bogor)
  124. Nina Purwani Istiana (Pustakawan UGM)
  125. Nurul Hayati (JIP UIN Jakarta)
  126. Ola Triana (Mahasiswa Ilmu Informasi & Perpustakaan Fikom Unpad)
  127. Perpustakaan American Corners Indonesia
  128. Perpustakaan Antropologi Padjadjaran
  129. Perpustakaan Dbuku (Surabaya)
  130. Perpustakaan UNIKOM (Bandung)
  131. Prafita Imadianti (Mahasiswa Magister Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia)
  132. Prakoso Bambang (Surabaya)
  133. Rahmad Adhi Tama (Depok)
  134. Rahmat Saputra (Depok)
  135. Ratna Kriswijayanti (Perpusda Kab. Jepara)
  136. Reni Siti Zachrani (Pustakawan Balitnak, Bogor)
  137. Retno Vian Rosika (Pustakawan SMP 8, Kota Batu)
  138. Rika Mustikawati, S.Sos (Sukabumi)
  139. Rini Yastuti (Semarang)
  140. Rosita T (Perpustakaan HITS Tangerang)
  141. Rotmianto Mohamad (Pemkab Magetan)
  142. Salmubi (Perpustakaan B.J. Habibe Politeknik Negeri Ujung Pandang, Makassar)
  143. Samuel Tri Santoso (Pustakawan SMA WARGA Surakarta)
  144. Sekar Dinihari K. Wardhana (Ichthus School Jakarta South)
  145. Shanti Maulani (Mahasiswa II&P Fikom Unpad)
  146. Siti Nurningsih (Jakarta)
  147. Sri Ati Suwanto (Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan UNDIP)
  148. Sri Wulan (Pustakawan Biologi LIPI)
  149. Sugeng Wahyu Ariyadi (Pustakawan Baperpusip Prov. Jatim)
  150. Sulistyo Basuki (Profesor Ilmu Perpustakaan & Informasi)
  151. Sushanty Chandradewi (Librarian The Japan Foundation, Jakarta)
  152. Suzanna Katharina Mamahit (Universitas Ciputra Library)
  153. Tan Kayen (Kedungwuni)
  154. Tatang Pamungkas (Surabaya)
  155. Taufik Hidayah (Pustakawan SMP Negeri 2 Maos,Cilacap)
  156. Trini Haryanti (Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia)
  157. Umi Proboyekti (FPPTI DIY)
  158. Verina Maria Oktaviane (Pustakawan Majalah SWA)
  159. Wahid Nashihuddin (PDII LIPI)
  160. Wasli Andril Fajar (Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UNAIR)
  161. Welmin Suharto (Pustakawan Universitas Brawijaya)
  162. Wibowo Purnomohadi (Pendiri Grup Republik Pustakawan)
  163. Wiji Lestari (Mahasiswi D3 Perpustakaan UNS)
  164. Winda Hanifa (Mahasiswa IP&I)
  165. Wuri Indri Pramesti (Sumedang)
  166. Yanti Kustanti, A.Md., S.Sos. (Pustakawan SMA Negeri 3 Sidoarjo – Jawa Timur)
  167. Yanto Dhiya’uddin (Mahasiswa S2 IP&I UIN Sunan Kalijaga)
  168. Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI)
  169. Yoseva Silaen (Pustakawan Khusus)
  170. Yournetty (Pustakawan Perpustakaan Umum LIA)
  171. Yuli Asmini (Pustakawan dan Educator Komnas HAM Indonesia)
  172. Yulianti Fajar Wulandari (Pustakawan Kementerian Kehutanan RI)
  173. Yulianti Sodikin (Pustakawan Fikom Unpad)
  174. Yusri Fahmi (Pustakawan STAIN Padangsidimpuan Sumatera Utara)
  175. Yustin Ningsih (Jombang)
  176. Zulianto Adi (Pustakawan Sekolah Alam Cikeas)

Sumber :

  1. http://www.perpustakaan.org/tolak-kebijakan-penempatan-pegawai-bermasalah-di-perpustakaan.html
  2. http://sosbud.kompasiana.com/2012/04/10/petisi-hentikan-tradisi-kebijakan-penempatan-pegawai-bermasalah-di-perpustakaan/
  3. http://indonesiabuku.com/?p=12187

Tidak ada komentar: